SULAWESI TENGGARA – Hubungan erat antara Indonesia dan Palestina bukanlah hal baru sebagaimana hari ini yang dilakukan oleh pemerintah, ormas Islam, lembaga, tokoh umat dan bangsa serta masyarakat umum.
Rasa kepedulian dan kemanusian yang tinggi membuat mereka bersemangat dan antusias dalam melakukan berbagai upaya untuk mambantu warga Palestina baik dengan aksi-aksi teriakan mereka di jalan hingga bantuan dana kemanusiaan.
Silaturahim Syawal dan Edukasi Palestina yang diselenggarakan oleh DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara secara daring, Ahad (4/12/2026) merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina. Kegiatan yang ini di ikuti oleh 500 peserta dari seluruh Indonesia, dengan menghadirkan pemateri Syaikh Dr. Atef Hawali, Ustadz Pizaro Ghazali Idrus, Ustadz Ir. Muhammad Ikhwan Kapai, MH, Ustadz Ilham Jaya Abd. Rauf, Lc, M.H.I
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sultra Ustaz Muh Ikhwan Kapai menekankan pentingnya membangun kepedulian berbasis ilmu terhadap isu Palestina.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan untuk Palestina tidak boleh hanya berhenti pada simpati sesaat, tetapi harus ditopang dengan pemahaman yang benar dan berkelanjutan.
“Penting bagi kita untuk terus mengedukasi diri tentang Palestina sebagai bentuk komitmen agar tidak melupakan perjuangan mereka. Dengan dasar ilmu, kita bisa berkontribusi secara lebih tepat dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Saya mengajak kepada seluruh kader Wahdah se Sulawesi Utara dan kaum muslimin secara umum untuk terus mengedukasi tentang Palestina,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Wahdah Islamiyah bersama Komite Solidaritas Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat terus menggulirkan berbagai program kemanusiaan, mulai dari dapur umum, distribusi paket sembako dan buah, pembangunan kembali masjid yang hancur, hingga program qurban untuk Palestina.
“Mari satukan hati, satukan aksi kita untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dengan bantuan yang sudah masuk, maka seharusnya saluran dan dukungan kita lebih di maksimalkan lagi,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Pizaro Gozali Idrus memberikan informasi terbaru terkait kondisi di Gaza Palestina, seperti terbukan kembali Masjidil Aqsa setelah 40 hari ditutup oleh penjajah Israel, kecaman dunia terhadap UU hukuman mati bagi tahanan Palestina, serta kebijakan-kebijakan rasis yang dilakukan oleh Zionis.
Sementara itu, Ulama dan pendakwah asal Palestina, Dr. Atef Hawali menyeru umat Islam di seluruh dunia untuk mengambil peran nyata dalam membantu rakyat Palestina.
“Issue Palestina, Masjidil Aqsa, dan Baitul Maqdis hendaknya menjadi perhatian utama dalam kehidupan kaum muslimin. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang keutamaan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam. Mari berkontribusi sesuai kemampuan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” serunya.
Laporan: Media KITA Palestina
Leave a comment