Minggu , 19 Juli 2026
BeritaNasional

Forum Dialog Antar-Peradaban Digelar, Ustadz Zaitun Serukan Ukhuwah Global dan Perlawanan terhadap Hegemoni Zalim

JAKARTA — Dalam rangka memperingati International Day for Dialogue Among Civilizations, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (DPR RI/DPD RI) menggelar konferensi internasional bertajuk “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia”, Rabu (10/6/2026), di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional, di antaranya adalah Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid, Waketum MUI KH Anwar Abbas, cendekiawan Prof. M. Din Syamsuddin, Wakil Menlu RI Dr. Anis Matta, dan sekitar 35 Duta Besar negara sahabat.

Turut hadir pula Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah sekaligus Ketua Umum Wahdah Islamiyah. Dalam keterangannya, Ustadz Zaitun menegaskan pentingnya dialog antarperadaban sebagai jalan strategis dalam menghadapi konflik global dan melawan ketidakadilan internasional.

“Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam memperkuat ukhuwah global baik Islamiyah, wathaniyah, maupun basyariyah. Forum seperti ini sangat penting untuk menggalang kekuatan moral dunia dalam melawan hegemoni kekuasaan yang zalim,” tegasnya.

“Perdamaian dunia hanya mungkin terwujud jika umat beriman di seluruh dunia bersatu melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,” tambahnya.

Ketua MUI Bidang HLN-KI, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan bahwa forum ini merupakan respons atas krisis global, termasuk agresi brutal AS-Israel terhadap Iran dan tragedi kemanusiaan berkepanjangan di Gaza.

“Apa yang terjadi di Gaza dan Timur Tengah adalah potret nyata runtuhnya nilai-nilai peradaban. MUI menilai penting untuk menggaungkan kembali semangat kemanusiaan dan mendorong penguatan kerja sama antar masyarakat sipil lintas negara dan agama,” jelas Prof. Sudarnoto.

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. Anis Matta, menyoroti pentingnya Indonesia memainkan peran dalam diplomasi berbasis nilai.

“Dunia hari ini sedang berada dalam fase transisi besar. Tatanan lama perlahan runtuh, sementara tatanan baru belum sepenuhnya lahir. Dalam situasi seperti ini, konflik global menjadi bagian yang sulit dihindari,” ujar Anis Matta dalam Forum Dialog Global.

Ia menegaskan bahwa peradaban dibangun oleh lima pilar: agama sebagai sumber nilai, demokrasi sebagai mekanisme kolektif, kemakmuran sebagai tujuan, sains sebagai cara mengelola kehidupan, dan seni sebagai ekspresi keindahan.

Menurutnya, dunia membutuhkan platform peradaban baru yang lebih adil, kolaboratif, dan mampu menyatukan umat manusia di tengah krisis global dan melemahnya institusi internasional.

Forum ini juga menegaskan lima misi utama: memperingati Hari Dialog Antar-Peradaban, memperkuat kontribusi Indonesia bagi perdamaian global, mempererat hubungan antar tokoh lintas agama dan negara, merumuskan pesan bersama untuk merespons kekacauan global, serta mempromosikan moderasi beragama (wasathiyyah Islam) sebagai identitas keislaman Indonesia di ranah internasional.

Acara ditutup dengan pembacaan pesan damai bersama dan seruan konkret untuk membangun dunia yang lebih adil, merdeka dari hegemoni, dan berpihak pada kemanusiaan.

Laporan: Media UZR

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan

MAKASSAR — Wahdah Islamiyah akan menghadirkan berbagai program edukasi, layanan kesehatan, dan...

Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah: Ustadz Zaitun Rasmin Silaturahmi ke Pimpinan DPD RI, Bahas Kolaborasi Keumatan dan Kebangsaan

JAKARTA – Pimpinan Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) melakukan kunjungan...

Keynote Speaker di Seminar Baitul Maqdis, Ustadz Syaibani Mujiono: Guru sebagai Jantung Pergerakan Baitul Maqdis

MAKASSAR – Guru memiliki peran sentral dalam membangun generasi yang mencintai Masjid...

Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

MESIR – Konflik berkepanjangan yang melanda Sudan telah memaksa ribuan warganya mencari...