JAKARTA — Yayasan Masjid Cut Meutia Menteng sukses menggelar kegiatan Kajian Edukasi Palestina bertema “Menuju Perdamaian Dunia: Kemerdekaan Palestina sebagai Amanat Kemanusiaan dan Keadilan Internasional” pada Jumat (5/6/2026) di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari dan KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A.
Dalam kegiatan tersebut, para narasumber membahas pentingnya solidaritas kemanusiaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari perjuangan menegakkan keadilan internasional dan perdamaian dunia.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menceritakan bahwa dirinya menyaksikan langsung pendudukan Israel di Gaza ketika masih berusia lima tahun. Ia bersama keluarganya terpaksa bersembunyi di bawah pohon selama sepuluh hari dan hanya bertahan dengan sepotong roti.
Dalam usia yang sangat kecil, ia juga menyaksikan pembunuhan terhadap anak-anak, perempuan, serta berbagai bentuk kekejaman yang dilakukan penjajah Israel terhadap rakyat Palestina.
“Keteguhan rakyat Palestina lahir dari keimanan kepada Allah SWT. Kami yakin bahwa dengan persatuan, kesabaran, dan pertolongan Allah SWT, Palestina akan memperoleh kemerdekaan dan masa depan yang lebih baik. Kami juga berharap dukungan dan doa dari bangsa Indonesia terus mengalir untuk perjuangan rakyat Palestina,” ujar Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari.

Sementara itu, KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. menegaskan bahwa membela Palestina bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga panggilan kemanusiaan.
Ia menyampaikan bahwa umat Islam tidak boleh lelah memperjuangkan isu Palestina, karena rakyat Palestina adalah saudara yang sedang mengalami kezaliman.
“Jangan pernah merasa bahwa suara kita tidak berguna atau orang sudah bosan mendengar tentang Palestina. Selama penjajahan dan pembantaian masih berlangsung, perjuangan dan dukungan terhadap Palestina harus terus disuarakan,” ujar Kiyai Zaitun.
Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta menanyakan apakah ada yang salah dalam perjuangan umat untuk Palestina karena hingga kini Palestina belum juga merdeka. Peserta juga mempertanyakan apakah Board of Peace (BoP) benar-benar bermanfaat bagi rakyat Palestina.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina bukan bergantung pada kehendak manusia ataupun pihak lawan, tetapi sepenuhnya atas kehendak Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa para nabi juga pernah diuji hingga merasa beratnya cobaan dan bertanya kapan datang pertolongan Allah, namun tetap meyakini bahwa pertolongan-Nya pasti akan datang.
Terkait Board of Peace (BoP), ia menyampaikan bahwa yang terpenting adalah bantuan untuk Palestina dapat benar-benar masuk dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat Palestina.
Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina dan isu kemanusiaan global.
Laporan: Media UZR
Leave a comment