BeritaEdukasi PalestinaNasionalProgramPustaka Palestina

KITA Palestina Terbitkan Buku Kisah Nyata Abdullah al-Barghouti (PANGERAN BAYANGAN: Insinyur di Jalan Perjuangan)

Lahir di Kuwait pada tahun 1972, Abdullah Barghouti dibesarkan di luar wilayah Palestina yang diduduki, meskipun keluarganya berasal dari desa Beit Rima, yang terletak di dekat Ramallah. Barghouti bersekolah hingga sekolah menengah atas di Kuwait.

Saat Intifada pertama meletus di wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1987, Barghouti menceritakan dalam memoarnya bahwa pemberontakan tersebut telah menginspirasinya untuk membalas dendam terhadap penjajah, terutama setelah pasukan Israel membunuh salah satu sepupunya dan paman bungsunya.

“Sederhananya, mereka melempari batu ke pasukan pendudukan Zionis yang sedang membuat kekacauan, sehingga mereka ditembak dan menjadi martir,” katanya.

Abdullah Barghouti bergabung dengan Brigade Qassam pada tahun 2001, mencari sepupunya Bilal Barghouti untuk berbagi keahliannya dalam pembuatan bom.

Setelah sepupunya, yang saat ini menjalani 16 hukuman penjara seumur hidup di penjara militer Israel, menyaksikan betapa terampilnya dia dalam merekayasa bahan peledak, dia memberi tahu atasannya di sayap militer Hamas dan Abdullah Barghouti pun memulai pelatihan militer di daerah Nablus, dan kemudian menjadi komandan Brigade Qassam di Tepi Barat.

Selama ini, hampir tidak ada seorang pun yang dekat dengannya yang mengetahui ambisi rahasianya untuk membalas dendam terhadap Israel dan keahliannya dalam membuat bom. Ia kemudian ikut serta dalam pembuatan bahan peledak yang menewaskan 66 warga Israel dan melukai lebih dari 500 orang.

Ketika akhirnya ia dilacak pada tahun 2003 dan ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel, ia diinterogasi dan disiksa selama lebih dari lima bulan, sebelum dijatuhi 67 hukuman penjara seumur hidup, yang berjumlah 5.200 tahun penjara. Dalam wawancara selanjutnya yang direkam dengan Barghouti dari dalam penjara Israel, Ia dengan percaya diri menyatakan bahwa suatu hari para pewawancara akan datang menemuinya saat ia duduk di dalam bak air panas di Ramallah.

“Sebuah kisah yang lahir dari penjara, pengasingan, dan bara perjuangan. Pangeran Bayangan: Insinyur di Jalan Perjuangan menuturkan perjalanan Abdullah al-Barghouti, dari masa kecil di Kuwait, kerasnya hidup di Yordania, pengalaman menempuh pendidikan dan bekerja di Korea, hingga kembali menegaskan makna Palestina dalam hidupnya,” tulis dalam sampul buku yang diterbitkan oleh Komite Solidaritas Palestina tentang Kisah Abdullah Barghouti.

Kisah pemilik vonis tertinggi dalam sejarah perjuangan Palestina; kisah yang dijatuhi hukuman 67 kali penjara seumur hidup ditambah 5200 tahun! Kisah pemilik file keamanan terbesar dalam sejarah negara penjajah Zionis..

Ini adalah memoar tentang keluarga, kehilangan, keteguhan, dan cinta yang tak tunduk pada penjajahan. Di setiap halaman, pembaca diajak menyaksikan bahwa perjuangan seorang pejuang tidak hanya terletak pada medan laga, melainkan juga pada cara ia menjaga iman, martabat, dan harapan.

Penjajah mengira jeruji besi bisa membungkamnya. Di tengah genosida yang masih berlangsung hari ini, suara perlawanan justru menggema lantang dari balik penjara!

Hadirkan memoar epik “PANGERAN BAYANGAN: Insinyur di Jalan Perjuangan”. Ini adalah kisah nyata Abdullah al-Barghouti pemilik file keamanan terbesar yang paling ditakuti Zionis. Sebuah kesaksian heroik tentang iman, cinta, dan jiwa yang pantang tunduk pada penjajahan!

JANGAN SAMPAI KEHABISAN! KUOTA PO SANGAT TERBATAS!
⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️

📲 Segera selesaikan (check-out) PO:
https://s.id/PangeranBayangan
https://s.id/PangeranBayangan

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Related Articles

Perlakuan Keji di Penjara Israel, Saat Anak Palestina Diperlakukan Seperti Musuh Negara

RAMALLAH – Bagi Thair Hamayel, bocah berusia 12 tahun, fajar pada 14...

Gaza Terus Berdarah: 7 Warga Gugur, Serangan Zionis Israel Langgar Gencatan Senjata dan Picu Kecaman Dunia

GAZA — Untuk hari ke-199 sejak dimulainya agresi, pasukan pendudukan Israel terus...

Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa Kian Intensif, Ulama Palestina Peringatkan Upaya Ubah Status Situs Suci

Ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa kembali meningkat setelah lebih dari 1.250 pemukim...