JAKARTA – Berbagai elemen masyarakat, organisasi Islam, dan pegiat kemanusiaan yang tergabung dalam Komite Solidaritas Palestina (KITA Palestina) menggelar konferensi pers Aksi Bela Palestina di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk respons atas berlanjutnya agresi Israel di Gaza serta semakin memburuknya kondisi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.
Mengusung tema “Hentikan Agresi & Perampasan Gaza, Selamatkan Masjid Al Aqsa, Tangkap Penjahat Perang Genosida”, konferensi pers tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi menjelang pelaksanaan Aksi Bela Palestina yang akan digelar pada Ahad, 14 Juni 2026 pukul 06.00 WIB di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, para pembicara menyoroti berbagai bentuk kekerasan, agresi militer, serta perusakan fasilitas dan situs suci bersejarah di Gaza yang terus berlangsung. Mereka juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh berhenti sampai agresi dihentikan, bantuan kemanusiaan dapat masuk secara penuh, dan rakyat Palestina memperoleh hak kemerdekaannya.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua Umum Wahdah Islamiyah sekaligus Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya menjaga kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Jangan pernah merasa bahwa suara kita tidak berarti. Membela Palestina bukan hanya soal politik atau batas wilayah, tetapi soal keberpihakan kepada keadilan dan kemanusiaan. Selama rakyat Palestina masih mengalami penjajahan dan penderitaan, maka dukungan dan pembelaan terhadap mereka harus terus kita gaungkan,” tegasnya.
Dalam konferensi pers juga disampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza masih sangat memprihatinkan. Meskipun sempat terjadi penghentian serangan sementara, jumlah korban terus bertambah, sementara akses bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas.
Penurunan drastis arus logistik yang masuk ke Gaza dinilai semakin memperberat penderitaan warga sipil yang telah berbulan-bulan hidup di tengah konflik.

Sementara itu, Ketua Panitia Aksi Bela Palestina, Muhaimin, mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam aksi yang akan digelar pada Ahad mendatang.
“Insya Allah aksi akan dilaksanakan pada Ahad pagi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, ormas Islam, serta lembaga kemanusiaan. Kami mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga, sahabat, dan komunitasnya sebagai bentuk dukungan nyata kepada perjuangan rakyat Palestina,” ujarnya.
Panitia berharap Aksi Bela Palestina dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia sekaligus mengingatkan dunia internasional bahwa tragedi kemanusiaan di Gaza tidak boleh dinormalisasi dan harus segera dihentikan.
Laporan: Media KITA Palestina
Leave a comment