JAKARTA – Sebanyak 22 kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional Laut Mediterania di dekat Pulau Kreta, Yunani, mulai pada Rabu (29/4/2026) malam.
Berdasarkan laporan darurat yang beredar, aparat Zionis menodongkan senjata semi-otomatis ke kapal-kapal sipil tersebut, sekaligus mengganggu sinyal komunikasi. Para aktivis di dalam kapal disebut diperintahkan untuk menyerah dalam situasi yang mencekam.
“Kapal-kapal kami didekati oleh kapal cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai ‘Israel’, mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan para peserta untuk maju ke depan kapal dan berlutut,” kata misi bantuan Armada Global Sumud pada hari Kamis.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA menyeru kepada pemimpin dunia untuk menghentikan kebiadaban Israel tersebut.
“Zionis terus mempertontonkan kebiadaban mereka. Sangat penting bagi seluruh pemimpin dunia termasuk dan terutama: Amerika, Rusia dan China dapat menghentikan kebengisan dan kebiadaban Zionis Israel,” pungkasnya, Jumat (1/5/2026).
Pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) bertujuan untuk membawa bantuan kemanusiaan sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap blokade yang membatasi akses kebutuhan dasar bagi warga sipil di Gaza.
Ustadz Zaitun mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk bersatu melakukan aksi besar-besaran demi menghentikan kekejaman Israel yang merupakan musuh utama kemanusiaan.
“Zionis adalah musuh umumnya manusia dan kemanusiaan. Maka mari seluruh dunia mengutuk mereka, sambil berdoa agar dipercepat kehancuran mereka,” seru Ketua MUI Bidang Ukhuwah tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga mengecam keras tindakan rezim Zionis Israel yang menahan para aktivis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
“Saya mengutuk tindakan ganas rejim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan antarabangsa. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim internasional dan mencerminkan tindakan tidak berperikemanusiaan yang mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan global,” tegasnya, Kamis malam (30/4/2026).
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam tindakan Israel yang melanggar prinsip kebebasan navigasi di perairan internasional dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu melawan tindakan melanggar hukum Israel tersebut.
Laporan: Media UZR
Leave a comment