Jumat , 24 April 2026
BeritaInternasional

Penjajah Israel Lancarkan Serangan ke Gaza Tengah, Enam Warga Palestina Tewas dan Tiga Anak Jadi Korban

GAZA — Serangan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Jalur Gaza, termasuk anak-anak, di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang seharusnya melindungi penduduk dari kekerasan bersenjata.

Sedikitnya enam warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi pada Kamis, dengan tiga di antaranya adalah anak-anak. Serangan tersebut menyasar wilayah padat penduduk dan lokasi yang menjadi tempat perlindungan warga sipil.

Di selatan Gaza, tepatnya di Khan Younis, seorang pemuda bernama Yahya Abu Shalhoub tewas setelah sebuah drone Israel menargetkan sekelompok warga sipil di kawasan Al-Maslakh. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang sama.

Tak jauh dari lokasi tersebut, seorang warga lainnya dilaporkan mengalami luka kritis akibat serangan drone yang menghantam bundaran Bani Suheila di bagian timur kota.

Sementara itu, di wilayah utara Gaza, serangan udara Israel di Beit Lahia menewaskan lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak. Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan bahwa para korban tiba dalam kondisi mengenaskan, sebagian besar dengan luka parah akibat ledakan.

Para korban yang teridentifikasi antara lain Aboud Mahmoud Al-Abed, Alaa Nabil Hussein Balousha, Muhammad Bahaa Nabil Balousha, Anas Ehab Abu Foul, dan Salah Mahmoud Al-Abed.

Saksi mata menggambarkan detik-detik serangan yang terjadi di alun-alun dekat Masjid Al-Qassam.

“Mereka hanya berdiri berkumpul, lalu tiba-tiba ledakan terjadi. Anak-anak berlarian, jeritan terdengar di mana-mana,” ujar seorang warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Ambulans bergegas mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Al-Shifa, yang kini kewalahan menangani lonjakan korban akibat serangan berulang.

Di wilayah lain, pasukan Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan artileri dan senjata berat ke sejumlah titik di Gaza tengah, termasuk kamp pengungsi al-Bureij dan al-Maghazi. Empat pengungsi dilaporkan terluka akibat tembakan di timur al-Bureij, sementara penembakan intens juga terjadi di lingkungan Shuja’iyya, timur Kota Gaza.

Ketegangan terus meningkat di tengah pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata. Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 2.400 pelanggaran sejak kesepakatan berlaku, mencakup pembunuhan, penangkapan, pengepungan, hingga pembatasan bantuan kemanusiaan.

Data Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober 2025, sebanyak 784 warga Palestina tewas dan 2.214 lainnya terluka akibat pelanggaran yang terus terjadi.

Secara keseluruhan, sejak agresi dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban telah mencapai sekitar 72.562 orang tewas dan lebih dari 172.320 luka-luka sebuah angka yang mencerminkan skala kehancuran kemanusiaan yang terus memburuk.

Komunitas internasional semakin gencar menyerukan penghentian serangan terhadap warga sipil. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, termasuk prinsip perlindungan terhadap non-kombatan.

Namun, hingga kini, serangan terus berlanjut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta terutama anak-anak yang menjadi korban dalam konflik yang tak mereka pahami.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Laznas WIZ dan KITA Palestina Salurkan Zakat Mal bagi 60 Guru Al-Quran di Jalur Gaza

GAZA – Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin menghimpit, puluhan guru Al-Quran...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Related Articles

Penjajah Israel Bakar Rumah, Kendaraan dan Tebang Pohon Zaitun Milik Warga Palestina di Nablus

TEPI BARAT – Pasukan pendudukan Israel membakar sebuah rumah Palestina dan dua...

Gaza di Ambang Krisis Air Bersih, Warga Bertahan Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

GAZA – Di tengah kehancuran akibat genosida Israel, krisis air di Jalur...

Gerombolan Pemukim Yahudi Nodai Al-Aqsa, Israel Tangkap 80 Warga Palestina di Tepi Barat

Al-Quds – Senin (20/4/2026), puluhan pemukim Yahudi dilaporkan menyerbu masuk ke kompleks...

Ketika Keluarga Hilang Lebih Menyakitkan dari Kematian di Gaza

GAZA – Di Gaza, kematian terkadang terasa lebih pasti daripada “hilang”. Bagi...