BeritaNasional

Pimpin Silatnas MUI 1447 H, Ustadz Zaitun Rasmin Serukan Ukhuwah Jadi Senjata Melawan Kezhaliman Global

JAKARTA – Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal Idulfitri 1447 H sukses digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026) malam.

Pimpin pelaksanaan Silatnas, Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA menyerukan agar momentum Silatnas bisa dijadikan wadah strategis untuk memperkuat barisan ukhuwah umat Islam dalam skala nasional dan global.

“Silaturahmi nasional ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk komitmen MUI dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Bahkan, persatuan antara umat dan pemerintahnya. Kritik boleh, tapi harus dalam bingkai ukhuwah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Silatnas bertema “Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia” ini juga menyoroti tentang kondisi geopolitik dunia.

Oleh karenanya Ustaz Zaitun menyerukan pentingnya persatuan sebagai jawaban atas meningkatnya kezhaliman, terutama yang menimpa umat Islam di Gaza dan berbagai wilayah konflik lainnya.

“Genosida di Gaza sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Tema yang kami angkat hari ini bukan retorika, melainkan respons strategis terhadap ancaman konflik global yang terus meluas. Kita harus bersatu dalam keadilan untuk melawan kezhaliman,” paparnya.

Menurutnya, persatuan sejati harus berakar pada tiga pilar utama: ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara ulama dan umara (pemerintah) adalah fondasi kunci menuju masyarakat yang adil dan damai.

Ditempat yang sama dalam pidatonya, Ketua Umum MUI, KH. Anwar Iskandar, menekankan urgensi nilai-nilai kemanusiaan.

“Tidak ada yang lebih penting hari ini selain persatuan, keadilan, dan perdamaian. Mari kembali kepada tujuan penciptaan manusia. Lita’aarafuu, saling mengenal, bukan saling membunuh. Musuh kita hanya satu, yakni kezhaliman,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menyoroti peran strategis ormas keagamaan dalam membangun bangsa.

“Ormas Islam bukan hanya berkiprah dalam dakwah, tapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Ini adalah bagian dari arsitektur besar pembangunan bangsa. Di tengah dinamika global, MUI hadir sebagai penuntun arah umat,” tutur Nasaruddin Umar.

Menag menegaskan, Silatnas tersebut menjadi penegasan posisi MUI sebagai rumah besar umat Islam, sekaligus rujukan moral bangsa dalam merawat persatuan dan menegakkan keadilan di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Acara yang dihadiri sekira seribuan tokoh ormas Islam, pejabat tinggi negara dan para perwakilan duta besar negara sahabat ini turut diisi dengan pembacaan dan penyerahan 10 Taujihat MUI dan Ormas-Ormas Pendiri MUI, yang memuat seruan bersama atas situasi internasional, termasuk desakan agar agresi militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran segera dihentikan, serta dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

Laporan: Media UZR

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Provokasi Pemukim Israel di Masjid Al Aqsa

JAKARTA — Ustadz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin mengecam keras aksi provokatif...

Empat Hari di Penjara Israel: Relawan Sumud Flotilla Ceritakan Siksaan dan Pelajaran Terbesar Hidupnya di IAI STIBA Makassar

MAKASSAR – Sharing session yang diinisiasi oleh Kita Palestina, sebagai lembaga yang...

Edukasi Palestina di Masjid Cut Meutia Angkat Tema Perdamaian Dunia dan Kemerdekaan Palestina

JAKARTA — Yayasan Masjid Cut Meutia Menteng sukses menggelar kegiatan Kajian Edukasi...

Laznas WIZ dan KITA Palestina Tembus Blokade Gaza Salurkan Sedekah Daging Kurban

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ) dan...