Kamis , 16 April 2026
BeritaInternasional

Normalisasi Pelanggaran, Wajah Baru Penjajahan di Al-Aqsa dan Puing-Puing di Tepi Barat

MASJID AL AQSA – Eskalasi di kompleks Masjid Al-Aqsa memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Pada Rabu (15/4/2026), sebanyak 157 pemukim Yahudi melakukan persekusi ruang dengan menduduki area timur masjid, tepat di bawah pepohonan dekat mushala Bab al-Rahma. Bukan sekadar melintas, kelompok ini mulai memancangkan “fakta baru” di lapangan dengan menggelar sesi studi agama dan ritual terbuka, sebuah pemandangan yang sebelumnya tabu dilakukan di zona sensitif tersebut.

Kantor Gubernur Al-Quds mencatat perubahan perilaku ini sebagai upaya sistematis untuk mengubah status quo. Di bawah kawalan ketat pasukan keamanan Israel yang memblokade akses bagi jemaah muslim, seorang rabi memimpin “kelas pagi” lengkap dengan penjelasan mengenai kuil yang mereka cita-citakan. Mereka bahkan tak segan menggunakan fasilitas milik masjid, seperti kursi dan teras jemaah, sebagai properti ritual.

Langkah ini seakan menjadi perwujudan dari ambisi Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, yang pada Agustus 2024 lalu secara terang-terangan menyatakan niatnya membangun sinagoga di area timur kompleks tersebut. Sejak pernyataan itu keluar, area Bab al-Rahma berubah menjadi titik panas aktivitas doa kolektif harian kelompok pemukim.

Sementara pemukim diberi keleluasaan, jemaah Palestina justru terus dijepit. Salah satu korbannya adalah Marwan al-Rashiq, pemuda Al-Aqsa yang baru saja dilepaskan hari ini dengan syarat berat: dilarang menginjakkan kaki di kompleks Al-Aqsa selama sepekan, dengan ancaman perpanjangan larangan hingga enam bulan.

Eksklusi Melalui Buldozer

Di luar tembok kota tua, mesin-mesin penghancur Israel bekerja tanpa henti. Sebanyak 13 bangunan di distrik Yerusalem diratakan dengan tanah hari ini. Dalihnya klasik: ketiadaan izin bangunan dari otoritas kota, sebuah dokumen yang secara birokratis hampir mustahil didapatkan oleh warga Palestina.

Pemerintah Al-Quds mengecam aksi ini sebagai “pembersihan keberadaan Palestina” yang terencana. Salah satu puing yang tersisa adalah rumah milik Saleh Dweik di lingkungan Al-Bustan, Silwan. Rumah seluas 110 meter persegi itu telah menjadi tempat bernaung keluarganya sejak 1998. Hanya dalam hitungan jam, jerih payah puluhan tahun itu menjadi tanah.

Kekejaman serupa terjadi di daerah pinggiran Al-Ram. Iyad al-Harsh, seorang pekerja di sebuah istal kuda, menceritakan bagaimana pasukan Israel datang di pagi buta tanpa peringatan.

“Mereka langsung menghancurkan lokasi. Saat saya mencoba menunjukkan dokumen pembuktian, mereka justru menyerang saya secara fisik,” lapornya.

Mereka Menghancurkan Masa Depan

Operasi penghancuran ini merembet hingga ke pelosok Tepi Barat. Di Hebron, sebuah pabrik besi milik keluarga Saed al-Amala diledakkan hingga rata. Padahal, pihak keluarga sedang dalam proses hukum melalui pengacara untuk membatalkan perintah pembongkaran tersebut.

Nasib paling getir mungkin dialami oleh seorang pemuda di Ezbet Shufa, selatan Tulkarem. Sebuah apartemen yang sedang dibangun dan sebuah rumah yang disiapkan untuk pernikahannya bulan depan, kini tinggal puing.

Taysir Hamed, pemilik bangunan tersebut, berdiri lemas di depan reruntuhan bangunan seluas 320 meter persegi itu.

“Mereka tidak hanya menghancurkan beton. Mereka menghancurkan keringat kami bertahun-tahun untuk memaksa kami pergi dari tanah ini,” ujarnya getir.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

Related Articles

Pimpin Silatnas MUI 1447 H, Ustadz Zaitun Rasmin Serukan Ukhuwah Jadi Senjata Melawan Kezhaliman Global

JAKARTA – Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Ormas Islam dan Halalbihalal Idulfitri 1447 H...

Komitmen Wahdah Islamiyah Sulawesi Tenggara Dukung Pembebasan Masjidil Aqsa dan Kemerdekaan Palestina

SULAWESI TENGGARA – Hubungan erat antara Indonesia dan Palestina bukanlah hal baru...

Hadiri Konferensi Pers Ulama: Ketua Umum Wahdah Islamiyah Serukan Penghentian Perang Secara Total dan Permanen

JAKARTA – Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, selaku Ketua...

Ulama Gaza Syaikh Dr Atef Hawali Ungkap Rahasia Keteguhan Warga Gaza

KAIRO – Syaikh Dr. Atef Hawali, seorang ulama dan pendakwah asal Palestina...