Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada Minggu bahwa enam warga gugur dan 19 lainnya mengalami luka-luka di Jalur Gaza dalam 48 jam terakhir akibat agresi Israel yang terus berlanjut.
Dalam siaran persnya, kementerian menyebutkan bahwa dua korban jiwa baru tercatat, selain empat jenazah yang berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan.
Kondisi tersebut mencerminkan masih banyaknya korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan maupun di jalanan, yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat akibat situasi keamanan dan kendala logistik yang kompleks.
Berdasarkan data resmi, jumlah total korban gugur sejak gencatan senjata pada 10 Oktober telah mencapai 871 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 2.562 orang. Selain itu, sebanyak 776 jenazah tambahan telah ditemukan di berbagai lokasi di Jalur Gaza.
Adapun secara kumulatif sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, jumlah korban gugur dilaporkan mencapai 72.763 orang, dengan 172.664 lainnya mengalami luka-luka.
Di tengah meningkatnya angka korban tersebut, gelombang kecaman internasional terus menguat terhadap tindakan militer Israel yang dinilai melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.
Sejumlah negara dan lembaga global menyerukan penghentian segera agresi di Gaza, perlindungan terhadap warga sipil, serta penegakan hukum melalui pengadilan internasional guna meminta pertanggungjawaban Israel atas dugaan kejahatan perang.
Sumber: Palinfo
Leave a comment