Jumat , 24 April 2026
BeritaInternasional

Hamas: Kematian Yasser Abu Shabab Jadi Pesan Tegas bagi Siapa Pun yang Berkolaborasi dengan Penjajah

GAZA — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan pada Kamis bahwa nasib yang menimpa Yasser Abu Shabab merupakan konsekuensi tak terelakkan bagi siapa pun yang memilih mengkhianati rakyatnya, berpaling dari tanah air, dan menjadi alat bagi pendudukan Israel. Pernyataan ini dirilis menyusul tewasnya Abu Shabab dalam sebuah operasi yang hingga kini memicu perhatian publik dan kecaman luas terhadap praktik pendudukan di Gaza.

Hamas menilai tindakan-tindakan yang dilakukan Abu Shabab dan kelompoknya sebagai penyimpangan nyata dari norma nasional dan sosial Palestina. Mereka menyebut perilaku kelompok tersebut “asing dari nilai, tradisi, dan moral rakyat Palestina,” serta bertentangan dengan prinsip perjuangan nasional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam pernyataannya, Hamas memuji sikap tegas keluarga, klan, dan suku-suku yang menolak Abu Shabab maupun siapa pun yang terlibat dalam serangan terhadap rakyat Palestina atau bekerja sama dengan pendudukan. Gerakan itu menegaskan bahwa kelompok-kelompok terisolasi tersebut “tidak mewakili siapa pun selain diri mereka sendiri.”

Hamas juga menyoroti ketergantungan Israel pada kelompok-kelompok bersenjata yang secara sosial dan moral bangkrut untuk menjalankan proyeknya di Gaza. Menurut mereka, hal ini mencerminkan ketidakberdayaan Israel dalam menghadapi keteguhan rakyat Palestina dan perlawanan yang terus berlangsung meski berada di bawah tekanan agresi militer yang intens.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendudukan, yang bahkan tidak mampu melindungi agen-agennya sendiri, tidak akan mampu memberi perlindungan bagi siapa pun yang berkolaborasi dengannya. Hamas memperingatkan bahwa siapa pun yang mengusik keamanan rakyatnya dan bekerja untuk kepentingan musuh “akan jatuh ke tong sampah sejarah, kehilangan martabat dan rasa hormat.”

Gerakan ini juga menekankan bahwa persatuan rakyat Palestina — termasuk keluarga, suku, dan berbagai lembaga nasional — merupakan benteng terkuat dalam menjaga tatanan sosial dari upaya pendudukan untuk memecah belah Gaza. Hamas menegaskan bahwa masyarakat tidak akan menjadi tempat berlindung bagi kelompok bersenjata atau proyek-proyek mencurigakan, siapa pun pendukungnya.

Israel Akui Kematian Abu Shabab, Namun Tak Ungkap Pelaku

Dalam laporan terpisah, Radio Angkatan Darat Israel mengonfirmasi bahwa Yasser Abu Shabab tewas di wilayah Rafah pada Kamis. Media itu menyatakan bahwa ia “dibunuh oleh kelompok bersenjata tak dikenal,” tanpa menyebutkan detail lebih lanjut.

Sementara itu, Saluran 12 Israel mengutip seorang pejabat keamanan yang mengatakan bahwa Abu Shabab sempat dibawa ke Rumah Sakit Soroka. Ia kemudian dinyatakan meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Kematian Abu Shabab kembali menyoroti bagaimana Israel memanfaatkan kelompok-kelompok bersenjata lokal untuk kepentingannya, sebuah praktik yang banyak dikecam dunia internasional karena dinilai memperburuk perpecahan internal dan penderitaan warga Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Laznas WIZ dan KITA Palestina Salurkan Zakat Mal bagi 60 Guru Al-Quran di Jalur Gaza

GAZA – Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin menghimpit, puluhan guru Al-Quran...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Related Articles

Penjajah Israel Lancarkan Serangan ke Gaza Tengah, Enam Warga Palestina Tewas dan Tiga Anak Jadi Korban

GAZA — Serangan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Jalur...

Penjajah Israel Bakar Rumah, Kendaraan dan Tebang Pohon Zaitun Milik Warga Palestina di Nablus

TEPI BARAT – Pasukan pendudukan Israel membakar sebuah rumah Palestina dan dua...

Gaza di Ambang Krisis Air Bersih, Warga Bertahan Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

GAZA – Di tengah kehancuran akibat genosida Israel, krisis air di Jalur...

Gerombolan Pemukim Yahudi Nodai Al-Aqsa, Israel Tangkap 80 Warga Palestina di Tepi Barat

Al-Quds – Senin (20/4/2026), puluhan pemukim Yahudi dilaporkan menyerbu masuk ke kompleks...