BeritaInternasional

Zaitun Berdarah: Israel Hancurkan 8.000 Pohon dalam Seminggu, Petani Palestina Rugi Rp110 Miliar

RAMALLAH – Di tengah kecaman dunia yang kian menderu terhadap kebijakan pendudukan, militer Israel beserta kelompok pemukim ilegal dilaporkan melakukan aksi “bumi hangus” terhadap sektor pertanian Palestina. Dalam kurun waktu hanya satu minggu, lebih dari 8.000 pohon sebagian besar merupakan pohon zaitun kuno dicabut dan diratakan dengan tanah di seantero Tepi Barat.

Serangan Terhadap Akar Kehidupan

Kementerian Pertanian Palestina merilis data memilukan pada Kamis (25/12) yang mendokumentasikan percepatan serangan “berbahaya” terhadap ketahanan pangan warga. Kerugian finansial akibat vandalisme sistematis ini diperkirakan mencapai 7 juta dolar AS (setara Rp110 miliar). Namun, bagi petani Palestina, kehilangan ini melampaui nilai uang; ini adalah penghancuran warisan leluhur.

Laporan tersebut merinci sebaran penghancuran di wilayah utara dan tengah Tepi Barat:

  • Jenin: 5.000 pohon zaitun dicabut di kota Silat al-Harithiya.
  • Ramallah: 3.000 pohon zaitun dihancurkan di kota Turmus Ayya.
  • Yerusalem & Tulkarm: Ratusan pohon zaitun dan pohon ara di Mikhmas, Ramin, dan al-Nazla al-Sharqiya turut diratakan.
  • Salfit & Betlehem: Termasuk di antaranya adalah pohon-pohon zaitun kuno (perennial trees) yang telah berusia ratusan tahun di Deir Istiya.

Sabotase Infrastruktur dan Teror Terhadap Peternak

Tak hanya mengincar vegetasi, pasukan pendudukan juga menargetkan infrastruktur vital untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka. Dokumentasi menunjukkan penghancuran:

  • 13 sumur air dan jaringan irigasi.
  • Sabotase pompa air dan bangunan pertanian.
  • Penghancuran 82 sarang lebah.
  • Aksi keji berupa peracunan hewan ternak (domba) di berbagai wilayah.

“Ini adalah kebijakan sistematis untuk merebut tanah dan menggusur penduduk asli melalui tekanan ekonomi yang ekstrem,” tegas pernyataan resmi Kementerian Pertanian Palestina.

Eskalasi Kekerasan yang Membabi Buta

Aksi penghancuran lahan pertanian ini bertepatan dengan musim tanam, masa di mana harapan petani biasanya tumbuh. Namun, harapan itu dipatahkan oleh meningkatnya intensitas serangan pemukim Israel. Menurut Komisi Otoritas Palestina melawan Tembok dan Pemukiman, tercatat 621 serangan dilakukan oleh pemukim ilegal hanya selama bulan November saja.

Sejak pecahnya perang di Gaza, situasi di Tepi Barat dan Yerusalem terus memburuk. Kejahatan kemanusiaan ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar:

  • Tewas: Lebih dari 1.103 warga Palestina.
  • Luka-luka: Hampir 11.000 orang.
  • Ditangkap: Lebih dari 21.000 warga ditahan oleh otoritas pendudukan.

Dunia internasional terus memantau dengan kemarahan atas tindakan Israel yang dinilai mengabaikan hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia, mempertegas statusnya sebagai pelanggar perdamaian global yang mengancam eksistensi bangsa Palestina di tanah mereka sendiri.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Wahdah Islamiyah Siap Gelar Muktamar V di Jakarta, Gaungkan Gerakan Keluarga Peduli Sehat dan Wisuda 10.000 Guru Ngaji

MAKASSAR – Panitia Pusat Muktamar V Wahdah Islamiyah menggelar pertemuan strategis antara...

Langgar Gencatan Senjata, Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Israel di Kota Gaza

GAZA – Tujuh warga Palestina tewas dan setidaknya 50 lainnya luka-luka pada...

Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Aksi Ben-Gvir dan Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

MASJIDIL AQSA – Suasana di kompleks Masjid Al-Aqsa, Kamis pagi, 14 Mei...

Biadab! Ben-Gvir dan Ratusan Entitas Yahudi Rayakan Ritual Talmud di Kompleks Masjidil Aqsa

MASJIDIL AQSA – Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerbu...