Minggu , 19 Juli 2026
BeritaInternasionalNasional

Ramadhan Ketiga Genosida di Gaza, Ulama Palestina Sebut Tak Lunturkan Semangat Anak-Anak Gaza Menghafal Al-Qur’an

MAKASSAR – Syaikh Dr. Ahed Ahmad Abu Al Atha memaparkan fakta pilu bahwa lebih dari 1.000 masjid di Gaza telah hancur rata dengan tanah akibat serangan penjajah. Meski begitu, ibadah dan pendidikan Al-Qur’an tetap berjalan di tengah puing-puing bangunan.

“Ini adalah Ramadan ketiga bagi saudara kita di Gaza dalam kondisi perang. Fasilitas serba terbatas, masjid-masjid dihancurkan secara sengaja untuk memutus generasi ulama. Namun, mereka tetap salat dan berbuka di bawah kemah serta reruntuhan,” ujar Syaikh Ahed dengan Ust. Ilham Jaya, Lc., M.H.I. sebagai penerjemah di Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar, Ahad (15/2/2026).

Syaikh Ahed menceritakan bagaimana anak-anak Gaza tetap mencetak prestasi di sisa-sisa kehidupan mereka.

“Mereka menghafal Al-Qur’an di bawah tenda tanpa pendingin ruangan, di tengah rasa lapar. Luar biasanya, ada yang mampu menghafal 10 juz hanya dalam waktu dua bulan. Mereka sadar bahwa ‘Hafizh Mujahidun’ inilah yang nantinya akan membebaskan Masjidil Aqsha,” tegasnya.

Keteguhan warga Gaza dalam menjaga interaksi dengan Al-Qur’an meski dalam kondisi bertaruh nyawa, diharapkan menjadi motivasi bagi umat Islam di Indonesia, khususnya di Makassar.

“Saudara kita di Gaza punya program seorang hafizh menyetorkan hafalannya 30 juz sekali duduk. Jika mereka yang di bawah tekanan genosida tidak memutus hubungan dengan Al-Qur’an, lantas apa alasan kita?,” pungkas Syaikh Ahed.

Syaikh Ahed merupakan asli Gaza dan saat ini bergerak di Indonesia dengan mendirikan Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban. Diketahui bahwa anak-anak Syaikh Ahed menyelesaikan hafalan Al-Qur’anya di tenda-tenda pengungsian, dan saat ini istri dan anak-anak serta keluarganya berada di Gaza.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., MA dalam acara yang sama tersebut menyerukan kepada masyarakat Indonesia dan dunia agar bangkit dan berbuat untuk Gaza.

“Dengan segala kelemahan dan kekurangan kita, mari bangkit sedikit. Kalau masih ada rasa malu di hati dan rasa iman di dada. Sumbangkan yang terbaik dari kita masing-masing. Sekarang masuk Ramadan, saudara-saudara kita di Gaza dalam keadaan menderita dan sulit. Kita sebagai saudaranya tidak boleh membiarkan mereka dalam keadaan seperti itu,” serunya.

Wahdah Islamiyah bersama Komite Solidaritas Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat terus konsen pada perjuangan kemerdekaan palestina, aktif dalam berbagai program Dapur Umum, Paket Sembako dan Buah, serta membangun kembali Masjid yang runtuh, termasuk paket Ifthar Sahur dan Berbuka di bulan Ramadhan tahun ini.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban rakyat Gaza dan menjadi bentuk nyata solidaritas umat Islam terhadap saudara-saudara mereka yang sedang mengalami kesulitan. Bantuan dapat melalui link berikut: DONASI PALESTINA

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan

MAKASSAR — Wahdah Islamiyah akan menghadirkan berbagai program edukasi, layanan kesehatan, dan...

Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah: Ustadz Zaitun Rasmin Silaturahmi ke Pimpinan DPD RI, Bahas Kolaborasi Keumatan dan Kebangsaan

JAKARTA – Pimpinan Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) melakukan kunjungan...

Keynote Speaker di Seminar Baitul Maqdis, Ustadz Syaibani Mujiono: Guru sebagai Jantung Pergerakan Baitul Maqdis

MAKASSAR – Guru memiliki peran sentral dalam membangun generasi yang mencintai Masjid...

Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

MESIR – Konflik berkepanjangan yang melanda Sudan telah memaksa ribuan warganya mencari...