Selasa , 6 Oktober 2026
BeritaInternasional

Perwakilan Hamas di Lebanon Tekankan Pentingnya Perlawanan dan Serukan Konsensus Nasional untuk Pengelolaan Gaza

Perwakilan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di Lebanon, Ahmed Abdel-Hadi, menerima delegasi Komite Rakyat untuk Dukungan Palestina dan Isu-isu Nasional di kantornya di Beirut, ibu kota Lebanon. Delegasi tersebut dipimpin oleh Koordinator Umum komite, Maan Bashour, bersama sejumlah anggota kepemimpinan politik Hamas.

Dalam pertemuan tersebut, Bashour menyampaikan ucapan selamat kepada Hamas atas peringatan 38 tahun berdirinya. Ia menilai kelahiran Hamas sebagai pergeseran kualitatif dalam perjalanan konflik dengan pendudukan Israel, yang berkontribusi memperkuat posisi gerakan tersebut sebagai kekuatan perlawanan yang efektif dan tidak tergoyahkan. Bashour juga memuji keteguhan Hamas dalam menghadapi perang pemusnahan yang menargetkan rakyat Palestina, perlawanan, dan perjuangan Palestina secara keseluruhan.

Sementara itu, Abdel-Hadi menegaskan bahwa Hamas merupakan bagian integral dari rakyat Palestina dan perpanjangan alami dari perlawanan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad. Ia menekankan bahwa gerakan tersebut telah memberikan pengorbanan besar demi menjaga perjuangan Palestina tetap hidup dalam kesadaran dunia hingga tercapainya pembebasan dan hak kembali.

Ia menyebut pertempuran “Banjir Al-Aqsa” sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan Palestina, yang berkontribusi pada kebangkitan kembali isu Palestina dan mengembalikannya ke garis depan perhatian internasional. Menurutnya, peristiwa tersebut juga membuka kedok kepalsuan narasi pendudukan Israel di hadapan opini publik global.

Abdel-Hadi menjelaskan bahwa peringatan berdirinya Hamas bertepatan dengan peringatan kedua perang pemusnahan Israel, yang dihadapi rakyat Palestina dan perlawanan dengan keteguhan serta ketahanan yang menggagalkan tujuan-tujuan yang dideklarasikan oleh pendudukan. Ia menyampaikan penghormatan kepada rakyat Palestina yang menolak proyek-proyek pengusiran dan penggusuran, serta kepada berbagai front pendukung dan masyarakat merdeka di dunia yang berdiri bersama hak-hak Palestina.

Dalam kesempatan itu, Abdel-Hadi juga meninjau perkembangan lapangan terbaru dan memaparkan visi strategis Hamas dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan yang ada saat ini lahir dari kebutuhan kemanusiaan dan nasional, di tengah upaya pendudukan Israel untuk mencapai tujuan-tujuan yang gagal mereka capai secara militer dengan cara merusak hasil dan pencapaian “Banjir Al-Aqsa”.

Ia menegaskan kelanjutan upaya pembentukan komite nasional Palestina untuk mengelola Jalur Gaza, seraya menekankan bahwa konsensus nasional Palestina yang komprehensif merupakan satu-satunya jalan untuk menggagalkan setiap upaya pemaksaan kontrol eksternal. Abdel-Hadi menegaskan bahwa senjata perlawanan adalah hak sah rakyat Palestina yang dijamin oleh hukum internasional selama pendudukan masih berlangsung.

Pernyataan ini disampaikan di tengah agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, dengan dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Agresi tersebut mencakup pembunuhan massal, kelaparan yang disengaja, penghancuran infrastruktur, pengungsian paksa, dan penangkapan, dengan mengabaikan seruan internasional serta perintah Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.

Agresi Israel ini telah menyebabkan lebih dari 241.000 korban jiwa Palestina, termasuk martir dan korban luka, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 11.000 orang dilaporkan hilang, ratusan ribu lainnya mengungsi, sementara kelaparan telah merenggut banyak nyawa dan kehancuran meluas melenyapkan sebagian besar kota serta wilayah di Jalur Gaza sebuah tragedi kemanusiaan yang terus menuai kecaman dunia.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Tabligh Akbar Gaza Terkini: Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

MAKASSAR — Di tengah meningkatnya eskalasi politik dan militer di kawasan Timur...

Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

JAKARTA — Ormas Islam Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan...

Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh

GAZA – Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza....

Ketika Gedung As-Sa’adah di Gaza Berubah dari Rumah Jadi Kuburan Massal

GAZA — Di antara kerumunan warga yang memadati penderitaan di Rimal, Kota Gaza,...