BeritaInternasional

Hamas: Penutupan Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan Eskalasi Berbahaya dan Serangan terhadap Kebebasan Beribadah

Shalat Tarawih di Kompleks Masjid Al-Aqsa pada Ramadhan 1447 H.

MASJIDIL AQSA — Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam keras keputusan otoritas Israel menutup Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadan dan melarang jamaah melaksanakan salat Isya serta Tarawih. Hamas menyebut langkah tersebut sebagai “serangan serius dan terang-terangan terhadap kesucian tempat suci” sekaligus “pelanggaran langsung terhadap kebebasan beribadah umat Muslim.”

Dalam pernyataan pers yang dirilis Minggu, Hamas menilai penutupan itu sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan memaksakan kendali penuh atas kompleks Al-Aqsa serta menciptakan realitas baru di lapangan.

“Pendudukan memanfaatkan dalih keadaan darurat untuk menerapkan rencana Yahudisasi di Masjid Al-Aqsa dan di seluruh wilayah Palestina,” demikian bunyi pernyataan tersebut, merujuk pada kebijakan yang dinilai bertujuan mengubah status quo historis di Yerusalem Timur.

Jamaah Dipaksa Keluar, Ketegangan Meningkat

Di lapangan, otoritas Israel dilaporkan menutup penuh kompleks Al-Aqsa sejak Sabtu dan memaksa jamaah meninggalkan area masjid dengan alasan keadaan darurat menyusul serangan Israel terhadap Iran.

Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana haru dan tegang ketika jamaah yang telah bersiap menunaikan salat malam Ramadan diminta meninggalkan area. “Kami datang untuk berdoa di bulan suci, tetapi gerbang ditutup. Ini menyakitkan,” ujar seorang jamaah lanjut usia yang datang dari Tepi Barat.

Bagi banyak keluarga Palestina, Ramadan di Al-Aqsa bukan sekadar ibadah, melainkan tradisi turun-temurun yang mempererat hubungan spiritual dan sosial. Penutupan tersebut memicu kekhawatiran luas bahwa momentum ketegangan regional dimanfaatkan untuk mengubah pengaturan historis yang selama ini mengatur akses dan pengelolaan situs suci tersebut.

Kecaman atas Pelanggaran Hukum Internasional

Penutupan tempat ibadah di bulan suci dan serangan lintas batas terhadap negara berdaulat menuai kritik luas dari berbagai kalangan internasional. Sejumlah organisasi hak asasi manusia menilai pembatasan akses ibadah di situs suci melanggar prinsip kebebasan beragama yang dijamin hukum internasional.

Pengamat hukum internasional juga menyoroti bahwa perubahan sepihak terhadap status quo di Yerusalem Timur berpotensi melanggar resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menegaskan pentingnya menjaga karakter dan pengaturan historis situs-situs suci.

Di tengah kekhawatiran tersebut, warga sipil kembali menjadi pihak paling rentan. Di Yerusalem, keluarga-keluarga Palestina menghadapi pembatasan akses ibadah. Di Iran dan kawasan Teluk, warga hidup dalam kecemasan atas kemungkinan eskalasi militer lanjutan.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Wahdah Islamiyah Tegaskan Komitmen Dukung Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional di Forum SELF 2026

JAKARTA — Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah...

MUI Desak Pemerintah Segara Selamatkan 9 Aktivis Kemanusiaan dari Penculikan Israel

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional...

Kementerian Kesehatan Palestina: 871 Warga Gugur di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada Minggu bahwa enam warga gugur dan 19...