BeritaNasional

Gencatan Senjata Terancam Dilanggar ‘Israel’, Syaikh Ahed Abul Atha Seru Prabowo dan Negara Islam Berdiri Bersama Palestina

MAKASSAR — Ulama dan tokoh Palestina, Syaikh Dr. Ahed Abul Atha menyerukan agar negara-negara Islam, terkhusus Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil peran lebih nyata dalam memperjuangkan Palestina.

“Jika penjajah Israel ingin kembali melakukan genosida di Gaza, inilah waktunya para pemimpin dan negara-negara Islam untuk berdiri bersama Palestina. Lebih khusus Indonesia, Pak Presiden Prabowo,” ujar Syaikh Ahed dalam Tabligh Akbar Gencatan Senjata bertema “Kemerdekaan Gaza dan Masa Depan Palestina” pada Jumat 17/10/2025.

Syaikh Ahed menjelaskan bahwa proposal pelucutan senjata terhadap pejuang Hamas dan kelompok perlawanan lainnya hanya akan memperlemah posisi Palestina di tengah agresi yang terus berlanjut.

Menurut Syaikh Ahed, posisi Israel di dunia internasional kini berada dalam titik terlemah sepanjang sejarah.

“Israel hari ini ada di fase terburuk dalam hubungan internasional. Banyak negara mencekam, memboikot, dan jijik terhadap mereka,” jelasnya.

Beliau pun mendorong agar negara-negara Islam memanfaatkan momentum diplomatik ini untuk memperkuat tekanan politik dan ekonomi terhadap Israel.

“Apa pun yang dapat memojokkan Israel harus diteruskan,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh di Mesir, adalah bukti Indonesia konsisten sejak dulu berjuang dan ikut andil mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina.

“Ini adalah momentum istimewa. Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo tidak menjadi penonton, tetapi kita di sini turut serta menjadi salah satu penentu, dan salah satu pencetak sejarah dalam perdamaian di Timur Tengah, khususnya di Palestina,” kata Seskab Teddy Indra Wijaya dikutip dari Antaranews, Rabu (15/10/2025).

Sementara itu Ketua Komite Solidaritah Palestina Ustaz Syaibani Mujiono dalam kegiatan Tabligh Akbar tersebut juga mungungkapkan rasa syukurnya atas gencatan senjata ini.

“Saya sangat terharu mendapatkan informasi tentang gencatan senjata dan perdamaian, meskipun tidak begitu besar yang kita kerjakan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Namun Insya Allah kita semua tidak menjadi orang-orang yang menyesal, karena kita sudah berbuat, kita sudah bersuara, kita sudah mengeluarkan jihad harta kita, kita sudah menghadirkan fisik kita dalam aksi-aksi membela Palestina,” ungkap Ustaz Syaibani.

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Wahdah Islamiyah Tegaskan Komitmen Dukung Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional di Forum SELF 2026

JAKARTA — Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah...

MUI Desak Pemerintah Segara Selamatkan 9 Aktivis Kemanusiaan dari Penculikan Israel

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional...

Kementerian Kesehatan Palestina: 871 Warga Gugur di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada Minggu bahwa enam warga gugur dan 19...