Kamis , 13 Agustus 2026
BeritaNasional

Spirit Perjuangan Al-Aqsha (2): Ustadz Ilham Jaya Paparkan Kondisi Palestina Terkini dan Keutamaan Masjidil Aqsha

MAKASSAR – Komite Solidaritas (KITA) Palestina sukses Gelar Edukasi tentang Masjid Aqsa dengan nama kegiatan Spirit Perjuangan Al-Aqsha bertema “Nestapa Negeri Para Nabi yang Terjajah”, digelar secara Online via Zoom Meeting, Jumat (2/11/2024).

Kegiatan Edukasi kepalestinaan ini adalah pertemuan kedua yang akan rutin dilaksanakan setiap pekannya, pada pertemuan ini materi disampaikan oleh Ustaz Ilham Jaya, Lc., MA, dihadiri oleh 110 lebih peserta dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri.

Genap setahun Genosida penjajah Israel terus membantai dan membumihanguskan Gaza Palestina. Hingga hari ini korban agresi menjadi 43.061 syahid dan 101.223 orang terluka.

“Jika masih ada orang yang tidak peduli dengan kondisi Palestina, maka seharunya mereka mengecek ulang Kembali fitrah dan rasa kemanusiaan mereka. Apalagi orang-orang yang beriman, ini merupakan ujian keimanan bagi mereka,” terang Ustaz Ilham.

Bumi yang mulia dan negeri para Nabi kini ternodahkan oleh para penjajah dan telah mengoyakkan perasaan kita.

“Kondisi palestina hari ini terasa mengaduk-aduk perasaan kita. Palestina adalah negeri para Nabi yang memiliki posisi paling penting dalam sejarah. Negeri yang dimuliakan sebagaimana Nabi Muhammad pernah menjadi imam di Masjidil Aqsha bersama para Nabi dan Rasul utusan Allah,” tegasnya.

Palestina hari ini menjadi perebutan dan Masjidil Aqsha dalam pantauan Zionis 24 jam, bom dan tank merkava tak henti meratakan bangunan dan rumah anak-anak Gaza.

“Secara geografis Palestina memiliki wilayah strategis dalam lalu lintas peradagangan dan sampai pertahanan. Peran dan bantuan negara-negara barat dalam genosida yang terjadi di Gaza, jadi bukan hanya dilakukan oleh Israel semata. Tapi mendapatkan dukungan dari berberapa negara Barat,” pungkas Ustaz Ilham.

Terakhir, Pembina KITA Palestina tersebut mengajak para peserta untuk merengungi Kembali hidup kita masing-masing, apa yang telah terjadi pada diri kita dengan genosida di Gaza.

“Setahun genosida di Gaza, apa yang telah beribah dengan diri kita menyaksikan hari demi hari saudara kita dibunuh dan dibantai. Apakah kita berubah menjadi baik, rasa simpati, ataukah lebih dekat dan intens lagi bersama Al-Qur’an?,” tanya Ustaz kepada peserta.

Dalam materi yang penuh interaktif tersebut, salah seorang Ustaz yang hadir menjadi peserta turut memberikan jawaban, setelah setahun genosida di gaza apa yang beribah terhadap diri kita.

“Bertambah yakin akan pertolongan Allah,” kata Ustaz Harman Tajang yang saat ini berada di Saudi Arabia.

“Mengambil pelajaran bahwa ujian yang kita hadapi selama ini belum ada apa-apanya dari saudara kita yang ada di Palestina, itu kemudian membangkitkan semangat untuk terus berjihad,” kata Nur Wahyuni.

“Konsisten untuk tidak beli produk yang berafiliasi dengan izrahelll,” tulis Yulianto Labarani di kolom chat Zoom Meeting.

Akhir kegiatan ini, KITA Palestina terus mengajak para peserta untuk memberikan dukungan melalui moril dan materil kepada saudara-saudara kita di Palestina.

KITA Palestina dan WIZ baru-baru ini menyalurkan bantuan berupa sayur-mayur di Gaza Selatan, tepatnya di wilayah Khan Younis, didistribusikan kepada 90 kepala keluarga yang sangat membutuhkan, di tengah situasi yang kian sulit akibat blokade dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

Dengan adanya bantuan sayur-mayur ini, masyarakat Gaza dapat memenuhi kebutuhan gizi yang sangat mereka perlukan di tengah kondisi sulit.

Salurkan bantuan dan donasi terbaik kita melalui link berikut, donasi.wiz.or.id/palestina

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

UNICEF: 300 Anak Syahid di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut

Sedikitnya 300 anak Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam kurun 300...

Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

GAZA — Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Sabtu, menyelesaikan operasi pencarian...

Ustadz Zaitun Rasmin: Muktamar V Wahdah Islamiyah Momentum Evaluasi, Konsolidasi dan Menguatkan Kepedulian untuk Gaza

MAKASSAR — Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum penting bagi jajaran...

Penjajah Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara dan Penghancuran Rumah di Gaza Berlanjut

Pasukan pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata dan penghentian permusuhan di...