Kamis , 12 Maret 2026
BeritaInternasional

Kelaparan Kembali Mengancam Warga Gaza

Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB menegaskan bahwa keputusan Israel untuk mencegah masuknya seluruh bantuan kemanusiaan ke Gaza bertentangan dengan kewajibannya berdasarkan hukum internasional. PBB mendesak komunitas internasional untuk tidak membiarkan kelaparan kembali melanda Gaza.

Juru bicara komisi tersebut, Thamin Al-Khitan, menegaskan bahwa sebagai kekuatan pendudukan, Israel memiliki kewajiban untuk memastikan akses warga Gaza terhadap pangan, pasokan medis, serta layanan kesehatan yang memadai.

Al-Khitan menegaskan bahwa Israel harus segera mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok lainnya ke Gaza serta memfasilitasi distribusinya tanpa hambatan. Semua pihak yang terlibat dalam konflik juga diminta untuk memastikan kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan.

Blokade Total Israel: Pelanggaran Hukum Internasional

Menanggapi keputusan Israel yang sepenuhnya menghentikan masuknya bantuan ke Gaza, Al-Khitan menyebut langkah tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan sebagai pelanggaran nyata terhadap kewajiban Israel menurut hukum internasional.

Kebijakan Hukuman Kolektif

PBB memperingatkan dampak serius dari melonjaknya harga bahan pangan di Gaza serta meningkatnya kesulitan warga dalam mengakses kebutuhan pokok yang menyelamatkan nyawa.

Al-Khitan menekankan bahwa selain akibat perang, kebijakan Israel yang sengaja menolak masuknya kebutuhan dasar guna menekan seluruh penduduk sipil Gaza menimbulkan kekhawatiran besar terkait penerapan hukuman kolektif.

Ia menegaskan kembali bahwa kelaparan tidak boleh dibiarkan kembali terjadi di Gaza dan menyerukan kepada komunitas kemanusiaan untuk memastikan bahwa bantuan penting dapat mencapai warga Gaza tanpa hambatan.

Israel Gunakan Kelaparan sebagai Alat Tekanan

Pada awal Maret lalu, fase pertama gencatan senjata di Gaza yang berlangsung selama 42 hari telah berakhir. Namun, Israel menolak memasuki fase kedua yang bertujuan mengakhiri perang.

Setelah berakhirnya gencatan senjata tahap pertama, Israel kembali menutup seluruh jalur masuk ke Gaza, mencegah bantuan kemanusiaan masuk. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menggunakan kelaparan sebagai alat tekanan terhadap Hamas agar menerima tuntutan Israel.

Dengan dukungan Amerika Serikat, antara 7 Oktober 2023 hingga 19 Januari 2025, Israel telah melakukan genosida di Gaza yang menyebabkan lebih dari 160 ribu warga Palestina gugur atau terluka, mayoritasnya adalah anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 14 ribu orang masih dinyatakan hilang.

Komite Solidaritas Palestina sebagai lembaga kemanusian yang konsen pada perjuangan kemerdekaan palestina terus melakukan berbagai aksi nyata dalam membantu saudara-saudara kita (aktif dalam berbagai program Dapur Umum, Paket Sembako dan Buah, Bantuan Pakaian, Kebutuhan Air Bersih dan Daging Qurban). Yuk bantu saudara kita di Palestina. DONASI PALESTINA

Sumber: Anadolu

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

Related Articles

Hening dan Kosong: Penutupan Masjid Al-Aqsa Berlanjut Hari ke-12, Warga Palestina Dilarang Beribadah

YERUSALEM — Kompleks suci Masjid Al-Aqsa tetap ditutup oleh pasukan Israel untuk hari...

Paragon Corp dan WIZ, Membangun Ekosistem Kebaikan Tanpa Batas di Indonesia Timur

MAKASSAR – Mengusung visi besar untuk menebarkan kemaslahatan yang lebih luas, Human...