BeritaInternasional

Korban Terus Bertambah, 828 Warga Gaza Syahid Pasca Gencatan Senjata

GAZA – Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan penambahan korban jiwa akibat agresi Israel yang terus berlanjut, meskipun telah diumumkan gencatan senjata di beberapa wilayah.

Dalam 48 jam terakhir, tercatat 7 warga Palestina gugur dan 8 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, empat merupakan korban baru, sementara tiga lainnya adalah jenazah yang baru ditemukan dari lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran serangan.

Kementerian menegaskan bahwa masih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di jalanan, yang belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat akibat kondisi lapangan yang berbahaya serta pembatasan pergerakan.

Secara keseluruhan, jumlah korban sejak gencatan senjata pada 10 Oktober mencapai 828 orang tewas dan 2.342 luka-luka, dengan 767 jenazah telah ditemukan. Sementara itu, total korban sejak awal agresi pada 7 Oktober 2023 meningkat menjadi 72.608 jiwa dan 172.445 luka-luka.

Di tengah situasi tersebut, penderitaan warga sipil semakin nyata. Seorang tenaga medis menggambarkan bagaimana rumah sakit penuh sesak dengan korban, sementara listrik dan bahan bakar terus menipis. Anak-anak yang selamat dari serangan kini hidup dalam trauma mendalam, kehilangan keluarga dan tempat tinggal.

Di balik angka-angka tersebut, kisah pilu warga Gaza terus bermunculan. Seorang ibu di Khan Younis dilaporkan kehilangan tiga anaknya dalam satu serangan udara, sementara seorang relawan medis menceritakan bagaimana ia harus merawat korban tanpa obat-obatan memadai.

“Kami kehabisan segalanya, bahkan kain untuk membungkus luka,” ujarnya.

Kecaman dunia internasional terus bergema. Banyak negara dan lembaga kemanusiaan menilai bahwa serangan yang terus berlangsung, bahkan setelah gencatan senjata, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Seruan untuk menghentikan agresi, membuka akses bantuan, serta mengadili pelaku kejahatan perang semakin menguat di berbagai forum global.

Kondisi ini menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara masyarakat internasional dituntut untuk bertindak lebih tegas dalam menegakkan keadilan dan melindungi warga sipil.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Related Articles

Aksi Bekasi Bersama Palestina, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Warga Tetap Teguh Berikan Dukungan

BEKASI — Ribuan masyarakat memadati kawasan Car Free Day di Kota Bekasi...

Penjajah Israel Larang Dua Ulama Palestina Memasuki Masjid Al-Aqsa

MASJID AL AQSA – Penjajah Israel telah melarang dua ulama Palestina memasuki...