Selasa , 7 April 2026
BeritaNasional

Gelorakan Spirit Siri’ na Pacce, Ustadz Zaitun Rasmin Ajak Umat Tak Diam Lihat Al-Aqsha Terluka

BULUKUMBA – Gema takbir dan suasana hangat silaturahmi Syawal 1447 H memenuhi Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). Namun, di balik kemeriahan Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah tersebut, terselip pesan mendalam yang menyentuh sanubari ribuan jamaah yang hadir.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengawali orasinya dengan menekankan pentingnya ketakwaan dan loyalitas umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan global yang dihadapi umat saat ini.

“Menghadapi masalah global dan tantangan nasional pertama tentang ketaqwaan dan kedua tentang loyalitas. Ketaqwaan bagaimana nilai Islam kita hidupkan dalam diri kita. Kalau lihat Al-Qur’an dan hadits menyoroti sifat orang bertaqwa pada nilai Islam yang hidup pada dirinya. Minimal pertemuan seperti kita menunjukkan kepedulian kita terhadap Palestina, kalau tidak dimana nilai kita di hadapan Allah,” ungkapnya di hadapan ribuan jamaah.

Ustadz Zaitun Rasmin juga mengawali orasinya dengan menceritakan kejadian penutupan Masjidil Aqsha. Ia menegaskan bahwa penutupan kiblat pertama umat Islam selama lebih dari sebulan ini bukan sekadar berita biasa, melainkan kedukaan besar.

“Masjidil Aqsha ditutup. Ini Adalah kesedihan dan kedukaan kita. Kita sudah bersuara sejak awal,” tegas Kyai Zaitun.

Sayangnya, Ketua MUI Bidang Ukhuwah ini menyayangkan sikap diamnya sebagian besar umat Islam saat saudara-saudaranya di Gaza terus terhimpit blokade zionis.

Ketidakpedulian inilah yang menurutnya menjadi tantangan terbesar, padahal kabar penindasan tersebut sudah terang-benderang sejak bulan Ramadan lalu.

“Kita sedih Ketika umat Islam tidak bergerak. Ketika umat Islam diam. Dari Maroko sampai Merauke, kecuali yang dapat dari Rahmat Allah itu juga sedikit,” tambahnya.

Berangkat dari keprihatinan di tanah Palestina, Kyai Zaitun kemudian menarik benang merah ke arah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.

Ia mengingatkan agar semangat membela kemanusiaan tidak boleh dicoreng oleh tindakan yang justru merugikan sesama Muslim.

Ia menyoroti ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk, seraya berpesan agar energi perjuangan difokuskan sepenuhnya untuk melawan penjajah.

“Jika Iran fokus menyerang penjajah maka tentu simpati akan besar kepada mereka,” kata dia.

Ketajaman dalam melihat masalah global ini, menurut Kyai Zaitun, memerlukan kacamata ketakwaan, bukan sekadar hawa nafsu atau semangat yang meledak-ledak.

Ia mengajak umat untuk bersikap objektif dan adil dalam menilai, termasuk menyikapi perbedaan mazhab seperti Syiah. Baginya, menjaga akidah itu fundamental, namun tidak boleh membuat kita kehilangan rasa adil.

Maka dari itu, Kyai Zaitun menekankan pentingnya meluruskan pandangan dan bersikap adil termasuk pada orang kafir sekalipun, sebagaimana Alquran memberikan petunjuk tentang hubungan kaum beriman dengan Romawi dan juga Persia.

Keadilan dalam berpikir inilah yang kemudian harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui konstitusi perdamaian dunia.

Wahdah Islamiyah secara tegas mendukung penuh jika pemerintah mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.

“Melaksanakan konstitusi perdamaian dunia wajib kita dukung pengiriman pasukan ke Gaza, sebagai muslim itu juga bahagian dari jihad. Tentu yang bertugas akan merasa bangga karena itu persembahan yang patut dibanggakan,” tuturnya.

Namun, bagi dia, perjuangan besar itu harus dimulai dari hal-hal kecil di dalam diri, yakni menghidupkan nilai-nilai Islam melalui ketakwaan yang nyata, berbagi dengan sesama di masa sulit, menahan amarah, dan menjaga lisan agar tidak menyakiti.

Sebagai penutup yang mengunci seluruh rangkaian pesan, Kyai Zaitun menekankan pentingnya loyalitas atau Al-Wala. Loyalitas ini tidak hanya tertuju pada kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi juga tegak lurus pada aturan pemimpin, ulama, serta dasar negara Pancasila dan UUD 1945.

“Jaga loyalitas kita pada kebenaran, al wala lil hak. Kita muslim loyal pada Islam. Harus loyal pada pemimpin. Baik itu pemimpin ulama maupun pemimpin di Masyarakat,” serunya.

Turut hadir Pemerintah Kabupaten Bulukumba, di antaranya Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos, Ketua Tim Penggerak PKK Ir. Herfida Muchtar Istri Wakil Bupati Bulukumba, Hj. Ira Kasuara Hasyim Istri Wakil Bupati Bantaeng beserta sejumlah pejabat daerah lainnya.

“Wahdah adalah salah satu organisasi yang begitu perhatian kepada pemerintah Kabupaten Bulukumba. Keberadaan Wahdah di Bulukumba memberikan kontribusi di bidang pendidikan, sosial masyarakat, bahkan persoalan Palestina dan secara khusus masyarakat Bulukumba,” ungkap Andi Edy Manaf selaku Wakil Bupati Bulukumba saat memberikan sambutannya.

Tabligh Akbar Nasional dan Silaturahmi Syawal ini selain diikuti langsung sekitar 10 ribu jamaah di lokasi, kegiatan ini juga disaksikan oleh puluhan ribu peserta secara virtual melalui Zoom, YouTube, serta ratusan titik nonton bareng (nobar) di berbagai daerah di Indonesia.

Laporan: Media UZR

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

Related Articles

Puluhan Ribu Kader Wahdah Islamiyah Serukan Kepedulian Terhadap Palestina di Tabligh Akbar Nasional di Masjid ICDT Bulukumba

BULUKUMBA – Puluhan ribu kader Wahdah Islamiyah menyerukan rasa kepedulian terhadap Palestina...

Serangan Udara Israel di Gaza Timur Tewaskan Empat Warga, Gencatan Senjata Terus Dilanggar

GAZA — Dentuman serangan kembali memecah pagi yang sunyi di Jalur Gaza....

35 Hari Penutupan Masjid Al-Aqsa, Ustadz Zaitun Rasmin Seru Ummat Bangkit Lakukan Pembebasan

JAKARTA – Memasuki hari ketiga puluh lima berturut-turut, otoritas pendudukan Zionis Israel terus...

UU Hukuman Mati Israel Picu Kekhawatiran Eksekusi Tahanan Palestina Tanpa Peradilan Adil

Warga Palestina di Tepi Barat menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa undang-undang baru Israel...