BeritaInternasional

UU Hukuman Mati Israel Picu Kekhawatiran Eksekusi Tahanan Palestina Tanpa Peradilan Adil

Warga Palestina di Tepi Barat menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa undang-undang baru Israel tentang hukuman mati dapat membuka jalan bagi eksekusi tahanan tanpa proses hukum yang adil. Wafa melaporkan, Rabu (1/4/2026).

Kekhawatiran tersebut muncul setelah parlemen Israel mengesahkan regulasi yang menetapkan hukuman mati bagi tahanan yang divonis melakukan serangan mematikan.

Kebijakan ini dinilai berpotensi memperburuk kondisi para tahanan Palestina yang selama ini menjalani proses hukum di bawah sistem pengadilan militer Israel.

Meski secara formal aturan tersebut berlaku bagi seluruh warga negara, sejumlah pengamat menilai penerapannya cenderung menyasar warga Palestina.

Hal ini berkaitan dengan definisi serangan yang dianggap “meniadakan keberadaan Israel,” yang dinilai kecil kemungkinan dikenakan kepada warga Yahudi Israel.

Undang-undang tersebut mengatur bahwa eksekusi dapat dilakukan melalui hukuman gantung dan harus dilaksanakan dalam waktu 90 hari setelah vonis dijatuhkan, tanpa adanya hak grasi. Namun, hakim masih diberi opsi menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dalam kondisi tertentu yang tidak dijelaskan secara rinci.

UU tersebut berpotensi dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena bertentangan dengan hukum internasional. Kepala HAM PBB juga menyatakan bahwa kebijakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional, sementara kelompok HAM menyoroti tingginya tingkat vonis bersalah di pengadilan militer yang mencapai sekitar 96 persen.

Di sisi lain, keluarga tahanan Palestina menggelar aksi protes di Ramallah dan wilayah lain, menuntut pencabutan undang-undang tersebut.

Mereka khawatir anggota keluarga yang dipenjara tidak akan mendapatkan peradilan yang adil, terlebih di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pendudukan dan sorotan internasional terhadap kebijakan Israel yang dinilai diskriminatif terhadap warga Palestina.

Sumber: Wafa

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Wahdah Islamiyah Siap Gelar Muktamar V di Jakarta, Gaungkan Gerakan Keluarga Peduli Sehat dan Wisuda 10.000 Guru Ngaji

MAKASSAR – Panitia Pusat Muktamar V Wahdah Islamiyah menggelar pertemuan strategis antara...

Langgar Gencatan Senjata, Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Israel di Kota Gaza

GAZA – Tujuh warga Palestina tewas dan setidaknya 50 lainnya luka-luka pada...

Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Aksi Ben-Gvir dan Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

MASJIDIL AQSA – Suasana di kompleks Masjid Al-Aqsa, Kamis pagi, 14 Mei...

Biadab! Ben-Gvir dan Ratusan Entitas Yahudi Rayakan Ritual Talmud di Kompleks Masjidil Aqsa

MASJIDIL AQSA – Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menyerbu...