Selasa , 10 Maret 2026
BeritaNasional

Ustadz Zaitun Rasmin: Gencatan Senjata adalah Kemenangan Bagi Penduduk dan Pejuang Gaza

JAKARTA – Pasca gencatan senjata antara penjajah Israel dengan Hamas, Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., memberikan tanggapannya atas proses gencatan senjata tersebut yang di inisiasi oleh Donald Trump.

“Suatu yang mungkin kebanyakan kita tidak menyangka akan datang secepat itu, mengapa karena waktu pertemuan di New York di sidang umum PBB sikap Amerika jelas masih tidak menginginkan adanya gencaran senjata,” Kata Ustaz Zaitun dalam Tabligh Akbar Gencatan Senjata bertema “Kemerdekaan Gaza dan Masa Depan Palestina” pada Jumat 17/10/2025.

UZR sapaan akrab Ustaz Zaitun Rasmin menceritakan bahwa para presiden pada sidang umum PBB menyatakan kecaman pada Zionis dan termasuk mengecam Amerika atas dukungannya terhadap Israel dalam genosida ini.

“Prakarsa damai Donald Trump sesungguhnya kalau kita lihat kira-kira menginginkan dua hal yang pertama ingin menjadi tokoh perdamaian dan tadinya dia berharap mendapatkan Nobel Perdamaian tahun ini tapi sudah selesai dan bukan dia yang dapat, mungkin dia bakal tarbet untuk tahun depan,” ungkapnya.

Ustaz Zaitun juga merasa kaget, karena beberapa pemimpin Islam itu dengan terang-teranganb mengumumkan nominasi Donald Trump sebagai penerima Nobel.

“Ini sangat aneh, sponsor perang orang yang membiarkan di genosida berlangsung kurang lebih 2 tahun. Setelah dia terpilih, orang yang haus perang ini tiba-tiba mau dijadikan dan dikasih nobel perdamaian. Padahal dia yang memerintahkan menjatuhkan bom besar di Teheran kemarin dan utamanya genosida yang terjadi di Gaza,” tegasnya.

Menurut UZR, alasan kedua Donald Trump adalah dia ingin supaya sandra-sandra Zionis terbebaskan. Karena Netanyahu itu terdesak dalam negerinya yang akan dimakzulkan oleh rakyatnya kalau tidak bisa mengembalikan tawanan itu.

Tentu dalam Islam, ajakan perdamaian harus diterima karena agama kita menganjurkan hal tersebut. Namun bukan berarti damai adalah mengalah, justru orang yang mengajak damai itu adalah yang berada dalam keadaan lemah dan tidak bisa memenangkan yang dia ingin capai.

“Orang beriman selalu mengharapkan terjadi perdamaian dan sampai Palestina Merdeka penuh dan itu harus ada diawali dengan pasukan perdamaian yang bukan dari Amerika saja yang katanya sudah mau menempatkan pasukan harus didukung oleh negara-negara Islam termasuk Indonesia. Kita berterima kasih pada Pak Prabowo yang sudah menyatakan di forum internasional siap mengirimkan 20.000 pasukan perdamaian, kita doakan Pak Prabowo diberi kekuatan dan kemudahan,” pungkasnya.

Ustaz Zaitun menegaskan bahwa kita sambut kemenangan saudara-saudara kita atas keteguhan mereka dan kemenangan mereka sekarang, dimana di dunia terus mereka dielukan dan sekarang mendapatkan kesempatan bernafas untuk memperbaiki apa-apa yang rusak terutama dari sisi kemanusiaan dengan makanan dan minuman yang segar.

“Mereka akan semakin kuat dalam konsolidasi, sehingga kalau ternyata Donald Trump yang sudah seperti Firaun zaman ini yang seolah kekuasaan semua ditangannya dan netanyahu kembali menyerang, tentu Hamas dan penduduk Gaza sudah lebih siap sudah lebih kuat, maka tidak perlu kita khawatir justru kita beri dukungan penuh pada Hamas kita beri dukungan penuh kepada para pejuang Gaza,” ungkapnya.

Ustaz Zaitun menyerukan agar kita jangan lengah, terus bersuara dan berikan dukungan kita untuk meraih kemerdekaan secara penuh bagi Gaza dan Palestina.

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

Related Articles

Paragon Corp dan WIZ, Membangun Ekosistem Kebaikan Tanpa Batas di Indonesia Timur

MAKASSAR – Mengusung visi besar untuk menebarkan kemaslahatan yang lebih luas, Human...

Di Penjara Israel, Warga Palestina Berpuasa dari Bicara dan Makanan

Seakurat apa pun kesaksian para tahanan Palestina yang telah dibebaskan, selalu ada...