Jumat , 20 Februari 2026
BeritaInternasional

Pakar PBB Desak Pengakuan Negara Palestina

NEW YORK – Pakar PBB mendesak negara-negara lain yang tidak mengakui Negara Palestina untuk mengambil langkah pengakuan yang diambil oleh 146 negara, dan menggunakan semua Langkah politik dan diplomatik yang ada untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza.

Para ahli menekankan dalam pernyataan persnya bahwa pengakuan ini merupakan pengakuan penting atas hak-hak rakyat Palestina, perjuangan mereka, dan penderitaan mereka demi kebebasan dan kemerdekaan.

Mereka menambahkan bahwa Palestina harus dapat menikmati penentuan nasib sendiri sepenuhnya, termasuk kemampuan untuk hidup, menentukan nasibnya, dan berkembang secara bebas sebagai bangsa yang menikmati keselamatan dan keamanan.

Para ahli di PBB menyatakan bahwa ini adalah prasyarat bagi perdamaian abadi di Palestina dan seluruh Timur Tengah, dimulai dengan pengumuman segera gencatan senjata di Gaza dan tidak adanya serangan militer lebih lanjut ke Rafah.

Para ahli menyambut baik pengakuan wilayah Palestina yang diduduki oleh Norwegia, Irlandia dan Spanyol, yang terjadi setelah Majelis Umum melakukan pemungutan suara dengan mayoritas 143 suara berbanding sembilan suara menentang, untuk mendukung upaya Palestina menjadi anggota penuh PBB pada bulan Mei.

Mereka menambahkan, “Meskipun prospek perdamaian abadi dan diakhirinya pendudukan masih sulit dicapai sejak Perjanjian Oslo lebih dari 30 tahun yang lalu, solusi politik tidak boleh dianggap remeh.”

Mereka menunjukkan bahwa solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan yang disepakati secara internasional untuk mencapai perdamaian dan keamanan bagi Palestina dan Israel dan merupakan jalan keluar dari siklus kekerasan dan kebencian yang terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Para pakar PBB juga menegaskan bahwa langkah yang diambil Jaksa Mahkamah Internasional untuk meminta dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel dan Menteri Perangnya, karena dicurigai melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, merupakan janji pertanggungjawaban dan keadilan, untuk mengakhiri impunitas di wilayah Palestina yang diduduki.

Para ahli menekankan bahwa “negara harus menahan diri dari ancaman dan serangan terhadap Pengadilan Kriminal Internasional dan Mahkamah Internasional, dan pengadilan ini harus beroperasi tanpa campur tangan dan ancaman asing, untuk memenuhi janji keadilan global dan akuntabilitas individu bagi semua korban konflik.

Pada tanggal 15 November 1988, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) secara resmi mendeklarasikan Negara Palestina dan mengklaim kedaulatan atas sisa wilayah bersejarah Palestina yang diduduki Israel pada tahun 1967: Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Sulsel Bersama Wahdah Islamiyah dan Garda Care Tiba di Desa Babo Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Gandum dari Indonesia Tiba di Gaza, Truk Berhasil Melintasi Pintu Rafah di Mesir

GAZA – Upaya kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali berhasil menembus blokade. Sebuah truk...

Related Articles

Penuh Haru! Dai Wahdah Islamiyah Bimbing Satu Keluarga di Pelosok Banggai Masuk Islam

BANGGAI – Sebuah momen menyentuh hati terjadi di Dusun Tombiobong, Desa Maleo...

Bulan Ramadan Tiba, Kemenag-MUI Serukan Imam Masjid Doakan Palestina

JAKARTA – Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak seluruh imam...

Komitmen Tanpa Henti, Muslimah Wahdah Sultra dan WIZ Sinergi Siapkan Iftar Ramadhan untuk Palestina

KENDARI – Solidaritas untuk Palestina bukan tren sesaat bagi Muslimah Wahdah Sulawesi...