BeritaInternasional

Zionis Israel Halangi Korban Luka dan Pasien Berobat ke Luar Gaza

GAZA – Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Ashraf Al-Qudra, pada Sabtu (25/05/2024), mengungkapkan bahwa korban luka dan pasien Jalur Gaza belum bisa meninggalkan atau kembali ke Jalur Gaza sejak 6 Mei, akibat Israel telah menutup total penyeberangan Rafah.

Al-Qudra mengatakan bahwa penyeberangan Rafah telah diduduki kembali oleh tentara Israel pada 6 Mei. Sejak itu tidak ada pasien atau korban luka akibat dapat meninggalkan Gaza dan bahkan mereka yang berada di luar negeri tidak dapat kembali ke Gaza, tanah air mereka.

Al-Qudra menambahkan bahwa lebih dari 20.000 korban luka, pasien kanker, penyakit jantung, dan darah sedang menunggu penyeberangan Rafah dibuka.

Ashraf Al-Qudra menyeru masyarakat internasional untuk menyelamatkan para korban ini dari bahaya komplikasi dan kematian akibat sebagian besar rumah sakit Palestina di Jalur Gaza hancur dan tidak dapat beroperasi lagi.

Ashraf Al-Qudra menunjukkan bahwa Israel telah membunuh lebih dari 493 petugas dan profesional medis, serta sebanyak 310 di antaranya ditangkap Israel. Ini adalah kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap hak kesehatan terhadap pasien dan korban luka yang diatur dalam hukum kemanusiaan internasional.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Minggu (24/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 35.954 orang dan 80.643  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BeritaInternasional

Prof Din Syamsuddin: Atlet Indonesia Diminta Tolak Tanding Lawan Israel di Olimpiade Paris

JAKARTA – Aksi Solidarity Day menolak keikutsertaan Israel pada ajang Olimpiade Paris 2024...

BeritaInternasionalNasional

KITA Palestina dan WIZ bersama Mitra Lokal Gaza Buka Layanan Dapur Umum untuk Warga Pengungsi

GAZA – Dalam rangka menyambut momen Muharram, Komite Solidaritas (KITA) Palestina dan...

BeritaInternasionalNasional

Aksi Sport Solidarity Day, Ustadz Zaitun Rasmin: Tolak Negara Penjajah Israel Ikut Jadi Peserta Olimpiade Paris 2024

JAKARTA – Olimpiade Paris 2024 yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas,...

BeritaInternasionalNasional

Ribuan Massa Aksi Sport Solidarity Day Serukan Penolakan Israel Ikut Olimpiade Paris 2024

JAKARTA – Ribuan Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina...