BeritaInternasional

Uni Eropa: Lebih 2.000 Truk Bantuan Kemanusiaan Terjebak di Perbatasan Rafah, Dilarang Masuk Israel ke Jalur Gaza

GAZA – Direktorat Jenderal Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa, pada Selasa (11/06/2024), mengatakan bahwa lebih dari 2.000 truk yang membawa bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial terjebak di sisi Mesir di perbatasan Rafah yang melintasi Jalur Gaza. Israel masih menghalangi dan melarang truk bantuan kemanusiaan untuk masuk Jalur Gaza melalui Rafah.

“Akibat operasi intensif militer Israel, penyeberangan Rafah tetap ditutup. Uni Eropa (berupaya) mengadvokasi akses kemanusiaan yang berkelanjutan, tanpa hambatan, dan aman,” kata Direktorat Jenderal Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa melalui platform “X”.

Direktorat Jenderal Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Uni Eropa menerbitkan video pendek yang menunjukkan sejumlah besar truk yang membawa perbekalan makanan, berbaris di padang luas, yang berada di sisi penyeberangan Rafah di Mesir.

Pada tanggal 6 Mei, tentara Israel memulai invasi darat di Rafah. Israel dengan sengaja mengabaikan peringatan internasional terkait dampak terhadap kehidupan para pengungsi di kota tersebut. Pada 7 Mei, sehari setelahnya tentara Israel mengumumkan penguasaan perbatasan Rafah dengan Mesir, satu-satunya jalan keluar bagi penduduk Jalur Gaza ke dunia luar. Israel kemudian menutup aksesnya, termasuk akses bantuan kemanusiaan.

PBB dan lembaga internasional sudah beberapa kali menyeru Israel untuk membuka pintu penyeberangan Rafah agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Jalur Gaza.

Sementara itu, sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat.

Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Selasa (11/06), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 37.164 orang dan 84.832 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Sekitar 11.000 orang hilang, diperkirakan meninggal dunia di bawah reruntuhan rumah yang dibom oleh Israel.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BeritaInternasional

Prof Din Syamsuddin: Atlet Indonesia Diminta Tolak Tanding Lawan Israel di Olimpiade Paris

JAKARTA – Aksi Solidarity Day menolak keikutsertaan Israel pada ajang Olimpiade Paris 2024...

BeritaInternasionalNasional

KITA Palestina dan WIZ bersama Mitra Lokal Gaza Buka Layanan Dapur Umum untuk Warga Pengungsi

GAZA – Dalam rangka menyambut momen Muharram, Komite Solidaritas (KITA) Palestina dan...

BeritaInternasionalNasional

Aksi Sport Solidarity Day, Ustadz Zaitun Rasmin: Tolak Negara Penjajah Israel Ikut Jadi Peserta Olimpiade Paris 2024

JAKARTA – Olimpiade Paris 2024 yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas,...

BeritaInternasionalNasional

Ribuan Massa Aksi Sport Solidarity Day Serukan Penolakan Israel Ikut Olimpiade Paris 2024

JAKARTA – Ribuan Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina...