Rabu , 16 September 2026
BeritaInternasionalNasional

Santri Dan Guru PPTQ An Nail Wahdah Islamiyah Gowa Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina

BONTOMARANNU – Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an An Nail Gowa mengelar aksi solidaritas bela Palestina, pada hari Jumat (17/05/2024). Kegiatan yang diikuti oleh para santri dan seluruh stakeholder PPTQ An Nail ini digelar di lapangan pondok.

Dalam kegiatan tersebut, para santri nampak semangat dan antusias dengan membawa berbagai macam atribut dan spanduk hasil kreativitas para santri dengan berisikan narasi yang mendukung dan peduli terhadap masyarakat dan bangsa Palestina yang sampai saat ini masih terus terjajah dan terdzolimi.

Nampak juga para santri membuat barisan menghadap ke panggung dimana para pembina dan guru berkumpul dan berorasi. Sesekali terdengar teriakan takbir dan free Palestina yang dipimpin langsung oleh Koordinator aksi.

Acara kemudian dimulai dengan tausiah oleh Direktur PPTQ An Nail Gowa, ustadz Ahmad Aliudin kemudian dilanjutkan dengan orasi oleh Kepala sekolah tingkat Wustha, ustadz Ode Wahyu serta doa bersama untuk warga palestina di sesi akhir kegiatan aksi.

Koordinator Lapangan aksi, Nirwan Mubarak melaporkan ke bagian Humas PPTQ An Nail di sela-sela aksi. Dikatakannya bahwa kegiatan hari ini merupakan aksi bela Palestina oleh para santri bersama dengan seluruh stakeholder PPTQ An Nail sebagai wujud dari kepedulian dan solidaritas kita kepada saudara-saudara yang ada di Palestina.

“Ada sekitar dua ratusan lebih santri dan guru guru turut serta dalam kegiatan ini. Aksi bela Palestina sebagai bentuk solidaritas kita yang bertujuan untuk mengajarkan pada kita semua termasuk para santri-santri untuk cinta kepada sesama,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Kegiatan aksi bela Palestina ini serentak dilakukan di unit-unit pendidikan, masjid-masjid, MWC/DPC, MWD/DPD dan DPW Wahdah Islamiyah seluruh Indonesia yang puncak aksi digelar setelah sholat Jumat”. beber Nirwan.

Ustadz Ode Wahyu dalam orasinya yang membakar semangat peserta aksi dengan mengajak untuk terus peduli dan menyuarakan kepada dunia tentang kondisi Palestina hari ini.

“Jangan pernah berhenti menyuarakan Palestina. Hari ini kita sama-sama tahu Palestina masih terus dijajah, didzolimi bahkan digenosida, namun dunia dengan 8 milyar lebih penduduknya seakan tak berdaya menghentikan kekejian dan kekejaman yang tak berperikemanusiaan itu,” seru Ode Wahyu.

Ia pun melanjutkan dengan mengutip pontongan teks pembukaan UUD 1945, “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Karena itu Katakan tidak terhadap penjajahan, katakan tidak terhadap kedzoliman dan katakan tidak atas pembunuhan dan genosida terhadap warga Gaza dan Palestina,” teriaknya yang disambut Takbir dan teriakan fFee Palestina oleh peserta aksi

Sementara itu, Direktur PPTQ An Nail Gowa, Ahmad Aliudin mengungkapkan dalam tausiahnya bahwa kegiatan aksi ini merupakan bentuk kepedulian kita.

Ia juga mengajak kepada seluruh peserta aksi untuk terus melangitkan doa-doa terbaik dengan harapan agar saudara-saudara di Palestina dijaga dan diselamatkan serta kedzoliman yang dilakukan Israel segera dihentikan.

“Kita sedih dan malu rasanya, kenapa 2 milyar lebih umat muslim di dunia ini namun tidak mampu menghentikan genosida dan bencana kemanusiaan yang ada di tanah Gaza dan sekitarnya,” ungkap Ahmad.

Dalam kegiatan aksi bela Palestina tersebut terkumpul dana sebesar RP. 4.213.500 dari hasil penggalangan dana yang dilakukan para santri dan guru. Rencana dana yang terkumpul tersebut akan diserahkan kepada WIZ (Wahdah Inspirasi Zakat) untuk disalurkan kepada warga Gaza.

Laporan: Humas PPTQ An Nail Gowa

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

11 Bulan Pasca Gencatan Senjata: Ratusan Ribu Warga Gaza Terjebak di Antara Tenda Lapuk dan Reruntuhan

GAZA — Hampir setahun berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani dan pintu pembatas...

Serangan Penjajah Israel Meluas di Tepi Barat, Rusak Lahan Pertanian Warga

TEPI BARAT — Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki mengalami peningkatan serangan...

Gaza di Bawah Reruntuhan: Ketika Puing Jadi Makam Massal dan Bukti Kejahatan yang Coba Dilenyapkan Israel

Puing-puing bangunan yang membentang di seluruh penjuru Jalur Gaza kini tak lagi...

Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada Jumat menyatakan bahwa Israel...