Rabu , 16 September 2026
BeritaInternasionalNasional

Masjid Al-Aqsa Ditutup, Wahdah Islamiyah Ajak Kaum Muslimin Bersatu Kecam Kezaliman dan Kejahatan Zionis Israel

MAKASSAR – Sejak meletusnya Tufanul Aqsa pada Oktober 2023 lalu, hingga Maret 2026 tahun ini, Palestina masih berada dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel.

Di penghujung Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam kembali dikejutkan oleh kebijakan kontroversial penjajah Zionis yang menutup akses menuju Masjidil Aqsa, kiblat pertama kaum muslimin sekaligus salah satu situs tersuci dalam Islam.

Merespons kondisi tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap resmi pada Sabtu (14/03/2026), sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap nasib Masjidil Aqsa dan rakyat Palestina.

Dalam pernyataan sikapnya, Wahdah Islamiyah menegaskan bahwa Masjidil Aqsa memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.

Selain sebagai kiblat pertama kaum muslimin, masjid yang terletak di Kota Al-Quds itu merupakan salah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam, bersama Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Karena itu, penutupan akses menuju Masjidil Aqsa pada bulan Ramadan dinilai sebagai bentuk kezaliman yang semakin menambah panjang daftar pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh entitas penjajah Zionis Israel.

“Penutupan akses menuju Masjidil Aqsa bagi kaum muslimin yang dilakukan oleh penjajah Zionis Israel justru di bulan Ramadan tahun ini 1447 H semakin menambah daftar kezaliman dan kejahatan entitas penjajah ini,” demikian kutipan dalam pernyataan tersebut.

Menurut Wahdah Islamiyah, tindakan tersebut bukan hanya bentuk pelanggaran terhadap kebebasan beribadah, tetapi juga pelecehan terhadap salah satu situs tersuci umat Islam, terlebih di tengah tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza.

Atas dasar itu, Wahdah Islamiyah menyampaikan beberapa poin sikap. Di antaranya adalah mengutuk keras penutupan Masjidil Aqsa pada bulan Ramadan, ketika umat Islam sangat membutuhkan tempat suci tersebut untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selain itu, Wahdah Islamiyah juga mendesak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan berbagai forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta forum internasional lainnya guna memberikan tekanan diplomatik kepada Israel agar segera membuka kembali akses menuju Masjidil Aqsa.

Tak hanya kepada pemerintah, Wahdah Islamiyah juga menyerukan kepada seluruh kaum muslimin, khususnya di Indonesia, agar menyadari bahwa persoalan Palestina dan Masjidil Aqsa merupakan “Bausholatu Qadhaya al-Muslimin” atau kompas utama dari berbagai persoalan umat Islam.

Karena itu, umat Islam diharapkan dapat menyatukan seluruh potensi keumatan untuk menghentikan agresi penjajah di Gaza, Masjidil Aqsa, dan seluruh wilayah Palestina.

Pada saat yang sama, umat Islam juga diingatkan untuk menghindari perpecahan internal yang justru akan melemahkan kekuatan umat.

Seruan persatuan tersebut sejalan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

Di akhir pernyataannya, Wahdah Islamiyah juga mengajak seluruh kaum muslimin untuk meningkatkan ibadah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di tengah situasi krisis global yang sedang berlangsung.

Selain itu, umat Islam juga diseru untuk terus melanjutkan Qunut Nazilah dalam doa-doa mereka hingga serangan dan kezaliman Zionis terhadap umat Islam di Palestina dan berbagai belahan dunia benar-benar terhenti.

Laporan: Medikom DPP WI

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

11 Bulan Pasca Gencatan Senjata: Ratusan Ribu Warga Gaza Terjebak di Antara Tenda Lapuk dan Reruntuhan

GAZA — Hampir setahun berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani dan pintu pembatas...

Serangan Penjajah Israel Meluas di Tepi Barat, Rusak Lahan Pertanian Warga

TEPI BARAT — Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki mengalami peningkatan serangan...

Gaza di Bawah Reruntuhan: Ketika Puing Jadi Makam Massal dan Bukti Kejahatan yang Coba Dilenyapkan Israel

Puing-puing bangunan yang membentang di seluruh penjuru Jalur Gaza kini tak lagi...

Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada Jumat menyatakan bahwa Israel...