Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ نُصْرَةَ الْمَظْلُومِينَ عِبَادَةً، وَجَعَلَ خِذْلَانَهُمْ خُسْرَانًا، وَأَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَنَهَى عَنِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ دَوَامًا وَاتِّصَالًا..
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
أَمَّا بَعْدُ…
Hadirin Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya. Takwa yang menghadirkan ketaatan, kepedulian, dan kepekaan hati terhadap penderitaan sesama hamba Allah.
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْن يَا أَيُّهَا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Āli ‘Imrān [3]:102)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Adalah merupakan persoalan kaum muslimin yang paling mendesak untuk mendapatkan perhatian hari ini.
Telah menjadi pengetahuan kita semua akan apa yang terjadi di Palestina dan Gaza. Yang dipenuhi dengan berbagai keutamaan.
Ia adalah negeri yang diberkahi, Allah berfirman:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Isra: 1).
Masjidil Aqsha termasuk tiga masjid yang boleh diniatkan untuk dituju dalam rangka ibadah secara khusus,
Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda
لا تشد الرحال إلا ثلاثة مساجد : المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجدي
Jangan mengadakan perjalanan kecuali menuju tiga masjid: Masjidil haram, Masjidil Aqsha dan masjidku ini (Masjid Nabawi). (HR Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Kita sudah masuk Ramadhan. Sudah kita rasakan sahur pertama. Sudah kita jalani puasa hari-hari awal. Masjid mulai ramai. Tilawah mulai terdengar di mana-mana. Kita sudah berdiri dalam tarawih. Dan kita sudah menikmati berbuka bersama keluarga.
Kita senang. Dan memang pantas senang. Itu tanda iman. Tapi coba kita berhenti sejenak.
Bagaimana kiranya Ramadhan di Gaza?
Di saat kita sahur dengan tenang, di sana ada keluarga yang sahur di antara puing rumahnya.
Di saat kita berbuka dengan hidangan yang cukup, ada yang berbuka dengan kecemasan dan kekurangan. Di saat kita tarawih dengan aman, ada anak-anak yang tidur dalam ketakutan.
Beberapa hari lalu bangunan-bangunan tempat tinggal dihancurkan lagi. Ada pemuda yang ditembak hingga meninggal. Anak-anak terluka. Puluhan ribu sudah wafat sejak perang ini meledak. Rumah, sekolah, rumah sakit, seluruhnya rata dengan tanah.
Terbaru, sebuah investigasi mendalam dari Al Jazeera Arabic mengungkap dugaan penggunaan senjata termal oleh militer Israel di Gaza.
Senjata ini menghasilkan panas ekstrem hingga sekitar 3.500 derajat Celcius saat meledak, sehingga tubuh manusia bisa hancur atau meleleh seketika tanpa menyisakan jasad.
Akibatnya, ribuan korban tidak ditemukan jenazahnya. Data dari Pertahanan Sipil Gaza mencatat sedikitnya 2.842 warga Palestina hilang tanpa jejak sejak Oktober 2023. Di lokasi pengeboman sering kali tidak ditemukan apa pun selain bercak darah atau serpihan kecil tubuh.
Salah satu kisah memilukan adalah seorang ibu yang mencari putranya di reruntuhan sekolah yang dibom. Ia tidak menemukan satu pun bagian tubuh anaknya untuk dimakamkan. Inilah luka yang tidak hanya fisik, tapi juga menghancurkan jiwa ribuan keluarga di Gaza.
Itu Ramadhan mereka jamaah, Ramadhan saudara-saudara kita di Gaza.
Jamaah yang Insya Allah dirahmati Allah Ta’ala…
Ketika Allah Ta’ala berbicara tentang kewajiban puasa, Allah tidak sekadar menyebutkan perintahnya. Allah langsung menegaskan tujuan besarnya. Di akhir ayat tentang puasa itu, Allah menyebutkan arah yang ingin dicapai dari seluruh rasa lapar, dahaga, dan pengekangan diri yang kita jalani.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Perhatikan penutupnya: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ = agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.
Ketakwaan itu bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Bukan hanya tentang menahan diri dari makan, minum, dan jimak. Itu memang bagian darinya, tetapi bukan keseluruhannya.
Orang yang bertakwa adalah orang yang tidak bersikap acuh, ia tidak diam melihat keadilan, ia peduli ketika ada yang tertimpa musibah,. Jika mampu, ia membantu dengan tenaga dan hartanya. Jika tak mampu banyak, ia tetap berusaha menguatkan dengan kata-kata. Dan jika tak mampu lagi, setidaknya ia menengadahkan tangan, berdoa dengan tulus.
Allah Ta’ala berfirman menggambarkan orang bertakwa sebagai orang yang memberi:
﴿وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى﴾
Artinya: “Dan akan dijauhkan dari neraka itu orang yang paling bertakwa, yaitu orang yang menafkahkan hartanya untuk membersihkan diri.” (QS. Al-Lail: 17–18)
Perhatikan, Allah menyebut “al-atqā” (orang yang paling bertakwa) dengan sifat memberi. Bukan hanya shalatnya, bukan hanya puasanya, tetapi kepeduliannya yang nyata kepada sesama.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Rasulullah SAW juga bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya.”
Kalaulah diri ini menginginkan Ramadhan dengan Ibadah yang khusyuk di dalamnya, ingin keluarga kita dalam keadaan aman di dalamnya, dan berbuka dengan senyuman anak anak kita.
Maka bagaimana mungkin kita tidak peduli ketika saudara kita kehilangan semua itu?
Jamaah yang dimuliakan Allah Ta’ala…
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mengingatkan bahwa akan datang masa ketika umat ini banyak, tapi seperti buih di lautan. Penyakitnya apa? Cinta dunia dan takut mati.
Kalau kita jujur, inilah penyakit kita hari ini. Kita sibuk dengan urusan masing-masing. Kita nyaman. Selama rumah kita aman, seakan semuanya baik-baik saja.
Semoga Ramadhan datang untuk membersihkan penyakit itu.
Jangan biarkan Ramadhan ini berlalu tanpa kepedulian.
Jangan biarkan Gaza sendirian dalam doa-doa kita yang setengah hati.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم.
Khutbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ.
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah…
Kita mungkin tidak berada di medan perang. Kita tidak bisa mengangkat senjata. Tapi jangan matikan niat pembelaan dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَىٰ شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ
“Siapa yang mati tanpa pernah ada niat membela, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.”
Artinya apa?
Jangan sampai hati kita mati rasa. Jangan buat diri kita menormalisasikan kezaliman, serta diam ketika melihat ketidakadilan.
Mari peduli, doakan mereka setiap hari, dan jangan biarkan mereka sendiri.
Dan Allah juga mengingatkan, kalau kita tidak mau membela agama ini, Allah akan datangkan kaum lain yang lebih layak.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ…﴾
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum; Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya; mereka bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir; mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut terhadap celaan orang yang mencela…” (QS. Al-Mā’idah: 54)
Kapal kebaikan ini akan terus berlayar, dengan kita atau tanpa kita.
Islam akan tetap menang, walau bukan kita yang mengambil bagian di dalamnya.
Maka pastikan kita ikut berlayar.
Pastikan kita berdiri di barisan pembela kebenaran.
Pastikan nama kita tercatat di pihak Islam, bukan di antara mereka yang diam dan tertinggal.
اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعدَاءَ الدِّيْنَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُستَضْعَفِيْنَ فِي غَزَّة، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ
اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ، وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، واللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Makassar, Jumat (20-2-2026)
Penyusun: Team KITA Palestina
Leave a comment