BeritaNasional

Menko Zulkifli Hasan Ajak Wahdah Islamiyah Dukung Program Swasembada Pangan

MAKASSAR – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., hadir memberikan sambuatan dalam Silaturahmi Nasional Wahdah Islamiyah ke-V, yang diadakan secara Hybrid melalui Virtual Zoom Meeting dan di Asrama Haji Sudiang Kota Makassar Sulawesi Selatan, Sabtu (25/11/2025).

Kehadiran Menko via Zoom tersebut disambut hangat keluarga Wahdah Islamiyah yang diikuti oleh 100.000 lebih peserta dari seluruh provinsi dan daerah di Indonesia dari sabang sampai Merauke.

Zulkifli Hasan dalam awal sambutannya menyampaikan bahwa umat Islam itu sebenarnya hebat-hebat, baik di Indonesia maupun di dunia internasional, tapi kondisi kita hari ini masih terpecah bela dan tidak bersatu.

“Ada satu kata yang perlu kita sikapi yakni kita masih terpecah belah, setiap pertemuan dimana kita berada di KTT OKI ataupun soal-soal Palestina, kita tidak dapat berbuat banyak, hanya berupa pertemuan dan teriakan-terikan tanpa kita mampu melakukan sesuatu yang berarti. Padahal seharusnya kitalah harusnya menjadi contoh dan dapat menyatukan bukan Trump yang menyatukan kita, tapi kitalah yang seharusnya menyatukan yang lain-lain. Ini karena kita masih terpecah belah dan belum bersatu,” ungkapnya.

Mantan Ketua MPR RI tersebut menegaskan bahwa Indonesia merdeka karena perjuangan umat Islam dan itu fakta sejarah. Namun mengapa kita masih kalah dalam bidang ekonomi.

“Sejarah panjang kita sampai hari ini kenapa kita selalu kalah ekonomi dan politik karena kita tidak bersatu kita berhasil diadu domba oleh pihak-pihak yang lain,” tegasnya.

“Hampir semua sektor semua sendi kehidupan dikendalikan oleh yang punya modal karena namanya pasar bebas umat Islam cuman diadu domba mereka tidak salah yang salah kita kenapa kita mau diadu domba dikuasai oleh yang punya uang,” tambahnya.

Zulkifli Hasan mengajak peserta Silatnas Wahdah Islamiyah dan seluruh masyarakat agar menjaga persatuan. Menurutnya di antara kita hanya ada 1 perbedaan dan 99 persamaan, tapi kadang kita lebih fokus pada 1 perbedaan itu dan membuat kita terpecah belah.

Dia juga mengajak Wahdah Islamiyah agar mendukung program-program yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini demi terwujudnya kesejahteraan rakyat

“Mari kita sambuat kebijakan-kebijakan ini yang sangat pro rakyat, melibatkan rakyat banyak, melibatkan petani-petani tolong disambut dan peran para ulama perang dan para guru kita penting sekali. Kalau kita tidak sambut maka orang lain yang akan menyambutnya. Ini adalah program pemberdayaan yang diharapakan rakyat yang bisa maju dan sejahtera,” harapnya.

Menurutnya, kita harus segera bersatu dalam mengatasi masalah-masalah besar yang dihadapi bangsa kita saat ini, salah satunya adalah swasembada pangan.

“Kalau pangan kita sudah berdaulat akan membuka lapangan kerja, sepertiga anak-anak Indonesia dapat sekolah, kemiskinan akan teratasi. Pemerintah berusaha membangun ekonomi dari rakyat yang paling bawah dari desa agar desa tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi. Agar Indonesia kuat dan kokoh maka harus swasembada pangan,” pungkasnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada negara maju dan besar tanpa swasembada pangan. Inilah yang dikerjakan oleh pemerintah saat ini melalui ekonomi kerakyatan dan ekonomi Pancasila.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menko Zulkifli Hasan di Silatnas ini.

“Terima kasih banyak Pak Menko yang terhormat, Masya Allah menginspirasi memotivasi sekaligus terasa bagaimana semangat ukhuwahnya rasa cinta kepada kita semua mudah-mudahan menjadi amal kebaikan di sisi Allah, dan terus memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara kita tercinta,” tutur Ustaz Zaitun.

Silaturahmi Nasional Wahdah Islamiyah ini juga dihadiri oleh Mentan Andi Amran Sulaiman, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Wakil Gubernus Sulsel Fatmawati Rusdi, Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin dan beberapa anggota DPRD serta Tokoh Umat dan Pimpinan Ormas Islam.

Reporter: Muh Akbar

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Penangkapan Relawan Indonesia dalam Misi Global Sumud Flotilla

JAKARTA — Tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap rombongan kapal misi...

Wahdah Islamiyah Siap Gelar Muktamar V di Jakarta, Gaungkan Gerakan Keluarga Peduli Sehat dan Wisuda 10.000 Guru Ngaji

MAKASSAR – Panitia Pusat Muktamar V Wahdah Islamiyah menggelar pertemuan strategis antara...

Langgar Gencatan Senjata, Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Israel di Kota Gaza

GAZA – Tujuh warga Palestina tewas dan setidaknya 50 lainnya luka-luka pada...

Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Aksi Ben-Gvir dan Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

MASJIDIL AQSA – Suasana di kompleks Masjid Al-Aqsa, Kamis pagi, 14 Mei...