Senin , 16 Februari 2026
BeritaInternasional

Satu Bulan Gencatan Senjata di Gaza, Krisis Kemanusiaan Masih Membayangi

Harian Libération Prancis menggambarkan situasi kemanusiaan di Gaza, sebulan setelah gencatan senjata, sebagai kondisi yang “mulai membaik, namun masih jauh dari cukup.”

Dalam laporannya, jurnalis Frédéric Autran menulis bahwa pembatasan ketat Israel terhadap pergerakan bantuan terus menghambat akses warga terhadap pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal.

Meski ada peningkatan dalam arus bantuan, Libération menegaskan bahwa kebutuhan tetap luar biasa besar di wilayah yang telah dua tahun hancur oleh perang.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengakui adanya kemajuan, namun memperingatkan bahwa itu masih jauh dari memenuhi kebutuhan dasar untuk mengakhiri kelaparan dan menjamin hidup yang layak bagi penduduk Gaza.

Menurut data PBB, bantuan makanan kini mencapai lebih dari satu juta porsi per hari.

Organisasi seperti Program Pangan Dunia (WFP) dan World Central Kitchen berhasil mengaktifkan kembali jaringan distribusi makanan, sehingga jumlahnya naik menjadi sekitar 1,2 juta porsi harian.

Namun, satu dari sepuluh anak Gaza masih menderita gizi buruk akut, dan bahan makanan segar nyaris tak tersedia di pasar.

Balapan melawan waktu

PBB menyebut situasi ini sebagai “perlombaan dengan waktu” menjelang musim dingin.

Pembatasan Israel terhadap pergerakan truk bantuan terus memperlambat distribusi, sementara WFP menegaskan bahwa tingkat kelaparan masih tinggi dan respons kemanusiaan “jauh di bawah standar minimum.”

Krisis kesehatan tetap mengerikan: lebih dari 16.000 pasien memerlukan perawatan mendesak yang tak bisa diberikan di Gaza karena hancurnya rumah sakit dan minimnya obat.

Sejumlah kecil pasien berhasil dievakuasi ke luar negeri, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai membuka kembali beberapa fasilitas kesehatan, termasuk pusat cuci darah di Khan Younis.

Untuk mencegah wabah penyakit, PBB dan UNICEF meluncurkan kampanye imunisasi besar-besaran yang menargetkan 44.000 anak terhadap campak, polio, dan batuk rejan.

Kampanye ini, menurut Libération, dipandang sebagai “kewajiban moral” untuk menyelamatkan generasi anak-anak yang selamat dari perang.

Di sektor pendidikan, UNRWA mulai membuka kembali kegiatan belajar di 301 ruang belajar sementara yang kini menampung 154.000 murid—baru seperempat dari jumlah anak usia sekolah di Gaza.

Namun, 92 persen sekolah rusak atau hancur, dan sekitar 800 guru tewas. Israel juga masih melarang masuknya perlengkapan sekolah dengan alasan “tidak esensial,” menurut keterangan lembaga tersebut.

Sementara itu, di bidang hunian, kondisi tetap genting. Dari 190.000 tenda yang dianggap PBB perlu untuk menampung pengungsi, baru 5.420 tenda yang berhasil masuk ke Gaza.

Lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa penundaan pemasukan bahan bangunan dan perlengkapan dasar dapat berujung pada bencana baru saat hujan dan suhu dingin mulai turun.

Sepertiga dari yang dijanjikan

Data PBB menunjukkan, jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk Israel hanya sepertiga dari kesepakatan semula.

Sebagian besar konvoi harus melewati jalur sempit dan berbahaya seperti Jalan Ar-Rasyid di sepanjang pantai, yang memperlambat distribusi dan menghambat pengiriman ke wilayah utara Gaza.

Dalam laporan itu, Libération juga menyoroti meningkatnya kecurigaan bahwa Israel dan Amerika Serikat (AS) berusaha menata ulang sistem distribusi bantuan di Gaza.

Mereka berupaya memberi prioritas kepada organisasi asal AS yang dekat dengan Gedung Putih, seperti Samaritan’s Purse.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal upaya Washington memperluas pengaruhnya di ranah kemanusiaan Gaza.

Menutup laporannya, surat kabar Prancis itu mengutip peringatan keras dari pejabat PBB.

“Waktu tidak berpihak pada kita. Ada kemajuan, tetapi kita masih sangat jauh dari menjamin kehidupan yang layak bagi warga Gaza,” katanya.

Sumber: Al Jazeera

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Sulsel Bersama Wahdah Islamiyah dan Garda Care Tiba di Desa Babo Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Gandum dari Indonesia Tiba di Gaza, Truk Berhasil Melintasi Pintu Rafah di Mesir

GAZA – Upaya kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali berhasil menembus blokade. Sebuah truk...

Materi Khutbah Jumat

Related Articles

Syaikh Ahed Abu Al Atha Ungkap Kekejaman Penjajah Israel Pada Warga Palestina yang Jadi Tahanan

MAKASSAR – Ulama asal Palestina, Syaikh Dr. Ahed Ahmad Abu Al Atha,...

Yuk Hadiri Tabligh Akbar (Ramadhan di Gaza Palestina)! Besok di Masjid Anas Bin Malik IAI STIBA Makassar

MAKASSAR – Genosida belum berhenti. Gencatan senjata tidak membuat panjajah Israel menghentikan...

Hari ke-123 Pelanggaran Gencatan Senjata: Gaza Kembali Dibombardir, Anak Terluka di Khan Younis

GAZA – Jalur Gaza kembali diguncang bombardemen udara dan tembakan artileri berat...

Demonstrasi di Berlin dan Paris Kecam Kejahatan dan Genosida Israel di Gaza

Gelombang kemarahan publik terhadap kejahatan Israel di Gaza kembali meletup di jantung...