KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِن شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَن يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَن يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
قال تعالى:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران: 102].
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النساء: 1].
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ [الأحزاب: 70-71][1].
أما بعد.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tidak terhitung sudah berapa kali perjanjian gencatan senjata dilanggar oleh Israel. Mereka tidak menginginkan perdamaian yang abadi bagi rakyat Palestina, melainkan hanya perang yang berkepanjangan dan jeda yang singkat.
Setiap kali ada kesepakatan, pelanggaran terjadi dan berujung pada kesepakatan baru yang tidak pernah benar-benar membawa ketenangan.
Beberapa hari terakhir, dunia kembali diguncang oleh pernyataan dan tindakan yang sangat biadab dari para pemimpin Zionis Israel.
Dalam sebuah wawancara dengan media Australia, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terang-terangan menyatakan bahwa meskipun Hamas menyetujui gencatan senjata dan pertukaran tawanan, Israel tetap akan menduduki Gaza.
“Kami akan terus mengendalikan Gaza meskipun Hamas menyetujui perjanjian gencatan senjata di menit terakhir,” ujarnya.
Inilah bentuk nyata kejahatan kemanusiaan yang tak lagi diselimuti oleh bahasa diplomasi. Mereka berbicara tentang “perdamaian” namun sebenarnya ingin melakukan penghancuran dan pendudukan.
Tujuan mereka bukanlah perdamaian, melainkan menghapus Gaza dari peta.
Apakah ini yang disebut perdamaian? Melenyapkan benteng terakhir umat Islam di Gaza, menghancurkan rumah-rumah, membunuh anak-anak, dan membungkam suara perlawanan?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tidak berhenti sampai di situ, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dengan penuh arogansi memerintahkan militer untuk mengepung Kota Gaza. Ia berkata:
“Siapa pun yang tidak mengungsi, biarkan mereka. Tanpa air, tanpa listrik, mereka bisa mati kelaparan atau menyerah.”
Bukankah ini genosida? Bukankah ini kekejaman yang melebihi batas kemanusiaan?
Bayangkan, saudara-saudara kita di Gaza yang telah menderita bertahun-tahun akibat blokade dan serangan militer, kini kembali diancam oleh rencana pendudukan total dan pengepungan keji yang ditujukan untuk melumpuhkan perlawanan dan mengosongkan wilayah.
Lebih dari satu juta penduduk Gaza dipaksa mengungsi. Kota yang padat penduduk itu akan dikepung, dihancurkan, dan dijadikan reruntuhan – semua dengan restu para elit Zionis dan diamnya dunia internasional.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ini bukan sekadar pembantaian biasa, bukan pendudukan biasa. Ini adalah rencana genosida sistematis. Jutaan rakyat Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Kota Gaza yang sudah tidak layak huni karena bombardir terus-menerus masih terus diburu dan dihancurkan. Bahkan pengungsi pun tak lagi punya tempat aman.
Dan pada Selasa, 26 Agustus lalu, tentara pendudukan Israel melakukan kejahatan besar lainnya: pembantaian di Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis sebuah rumah sakit, tempat berlindung para korban, dan tempat bekerja para dokter serta relawan. Serangan ini menewaskan 22 orang, termasuk dokter, jurnalis, dan personel pertahanan sipil.
Lebih parah lagi, setelah serangan pertama, Israel menyerang kembali saat tim penyelamat dan jurnalis sedang mengevakuasi korban sebuah serangan ganda yang disebut double tap strike yang dilarang secara internasional karena bertujuan memaksimalkan jumlah korban.
Israel kemudian mencoba menutupi kejahatannya dengan menyebarkan narasi palsu, menyebut para korban sebagai “teroris,” padahal mereka adalah tenaga medis, jurnalis, dan relawan kemanusiaan yang identitasnya jelas.
Allah ﷻ berfirman:
﴿ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَـٰفِلًا عَمَّا یَعۡمَلُ ٱلظَّـٰلِمُونَۚ إِنَّمَا یُؤَخِّرُهُمۡ لِیَوۡمࣲ تَشۡخَصُ فِیهِ ٱلۡأَبۡصَـٰرُ ﴾
Artinya: “Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42).
KHUTBAH KEDUA
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kezaliman yang terjadi di Gaza bukanlah sesuatu yang baru, tapi kali ini mereka melakukannya tanpa rasa malu dan tanpa peduli kecaman dunia. Israel terus menyebarkan propaganda, seolah-olah mereka adalah korban, padahal sesungguhnya merekalah pelaku pembantaian.
Apa yang mereka lakukan bukan sekadar agresi militer, tetapi juga perang informasi dan propaganda global. Mereka berupaya membalik fakta, menyebut penjahat sebagai korban dan para pejuang tanah Quds sebagai teroris.
Ini bagian dari ghazwul fikri perang pemikiran. Israel dan para pendukungnya menggunakan media internasional untuk membentuk opini publik agar mendukung narasi mereka.
Agama kita mengajarkan untuk menjauhkan diri dan memusuhi orang-orang yang zalim dan lalim. Allah ﷻ mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:
﴿ وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ ﴾
Artinya: “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka…” (QS. Hud: 113).
Maka, apa yang bisa kita lakukan?
- Jangan diam. Diam adalah pembiaran dan luka baru bagi saudara kita yang tertindas. Doakan mereka setiap hari, di setiap sujud, dengan doa yang tulus.
- Berinfak. Salurkan bantuan untuk rakyat Palestina melalui lembaga-lembaga terpercaya dan amanah. Kecil besarnya sumbangan kita amatlah berarti bagi mereka di Palestina.
- Sebarkan kebenaran. Lawan propaganda Zionis dengan ilmu dan data yang benar. Jangan biarkan narasi palsu tersebar. Jangan biarkan para pejuang Al Quds berjuang sendirian
- Didik anak-anak kita tentang Palestina. Jangan biarkan generasi kita tumbuh dalam ketidaktahuan.
Allah mengajak kita untuk senantiasa berjuang dan mendukung orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Allah ﷻ berfirman :
﴿ وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ ﴾
Artinya: “Mengapa kamu tidak berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang tertindas dari kalangan lelaki, wanita, dan anak-anak…” (QS. An-Nisa: 75)
Marilah kita tingkatkan kepedulian dan tindakan nyata sebagai wujud solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Palestina.
إِنَّ ٱللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُؤْمِنُونَ، إِذْ قَالَ:
﴿ إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا ﴾
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلَسْطِيْنَ، اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ، وَاشْدُدْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَهُمْ يَا عَزِيْزُ يَا جَبَّارُ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا، وَٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
قوموا إلى صلاتكم…
Jakarta, 29 Agustus 2025
Penyusun: Tim KITA Palestina
Leave a comment