GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut data UNICEF, sekitar 90% penduduk Gaza tidak lagi memiliki akses ke air minum yang aman, sementara produksi air bersih menurun tajam akibat kerusakan infrastruktur dan gangguan pasokan listrik di fasilitas air utama.
Situasi itu memaksa hampir seluruh keluarga hanya memperoleh sebagian kecil dari standar minimum air yang dibutuhkan per hari, jauh dari kebutuhan dasar untuk minum, memasak, dan kebersihan.

Menanggapi tragedi kemanusiaan ini, Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama dengan KITA Palestina berkolaborasi dengan mitra lokal mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi pengungsian dan permukiman yang sangat membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan berupa tangki air bersih yang diangkut ke titik-titik strategis untuk menjangkau keluarga yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air aman. Distribusi ini difokuskan di wilayah yang paling kritis sebagai respons langsung atas laporan kelangkaan air bersih.

Direktur Laznas Wahdah Inspirasi Zakat, Syahruddin, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Indonesia terhadap penderitaan warga Gaza yang biasanya hanya mengandalkan air yang tidak layak minum.
“Alhamdulillah, bantuan air bersih ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberi harapan dan menjaga kesehatan keluarga yang terdampak. Kita hadir untuk membantu meringankan beban mereka di tengah keterbatasan akses air bersih,” ujar Syahruddin.

Program ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat setempat dengan mengurangi risiko penyakit yang terkait air yang tidak bersih dan meningkatkan kondisi sanitasi dasar di komunitas terdampak.
Dengan tersedianya sumber air aman secara berkala, keluarga dapat memenuhi kebutuhan minum dan kebersihan, serta mengurangi tekanan dari situasi darurat yang berlangsung lama di Gaza.
Laporan: Media KITA Palestina
Leave a comment