ACEH TAMIANG – Di tengah situasi pascabencana yang masih menyisakan trauma dan kesulitan bagi ribuan warga Aceh Tamiang, dr. Agustina S., dokter umum dari Nunukan yang merupakan kader Ormas Wahdah Islamiyah Kalimantan Utara, terbang ribuan kilometer menuju Aceh untuk memberikan layanan medis langsung ke rumah-rumah warga yang tak mampu mendatangi posko kesehatan.
Keberangkatan dr. Agustina bukan sekadar tugas biasa. Ia dilepas secara resmi oleh Wali Kota Tarakan di Bandara Internasional Juata Tarakan, sebuah gestur dukungan yang menunjukkan betapa pentingnya misi kemanusiaan ini.
Bersama satu relawan logistik, ia membawa paket obat-obatan lengkap mulai dari penanganan penyakit kulit, ISPA, diare, hingga keluhan umum yang banyak diderita warga pascabanjir.

Sesampainya di Aceh Tamiang, kondisi yang ia temui jauh dari kata mudah. Banyak warga sakit tak mampu berjalan jauh menuju posko. Akses jalan rusak, kendaraan sulit lewat, sementara sebagian masyarakat terkunci di rumah-rumah yang sebelumnya terendam banjir lumpur.
Menjawab kondisi ini, tim Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan relawan Wahdah Peduli meluncurkan program “Layanan Medis Prima” pengobatan keliling langsung menyasar rumah warga terdampak.
“Banyak pasien yang benar-benar tidak bisa datang. Mereka lemah, sebagian masih syok. Kalau kami menunggu di posko, mereka tidak akan dapat layanan,” kata salah satu relawan pendamping, Syamsuddin, Rabu (10/12/2025).

Para relawan berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Ia memeriksa pasien, memberikan obat, dan memberikan edukasi kesehatan di tengah lingkungan yang masih diselimuti lumpur, aroma lembap, dan risiko penyakit menular yang meningkat.
Langkah ini disambut haru oleh warga. Di banyak tempat, kedatangan sang dokter menjadi penyambung harapan khususnya bagi keluarga yang memiliki lansia, balita, atau anggota keluarga yang sedang sakit namun tidak bisa berpindah tempat.
Kehadiran dr. Agustina dan relawan Wahdah Islamiyah menjadi potret nyata bahwa solidaritas tidak mengenal batas wilayah. Dari perbatasan Kalimantan Utara hingga ke Aceh Tamiang, energi kemanusiaan itu mengalir dalam bentuk aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat yang paling membutuhkan.
Laporan: Media WIZ
Leave a comment