Selasa , 10 Februari 2026
BeritaInternasional

Damai yang Berdarah: 77 Hari Pelanggaran Gencatan Senjata dan Nestapa di Bawah Reruntuhan Gaza

GAZA – Di atas kertas, dunia mengenal tanggal 10 Oktober sebagai awal gencatan senjata. Namun, di langit Gaza, deru pesawat tempur tak pernah benar-benar hilang. Bagi warga Palestina, “damai” hanyalah jeda singkat untuk menggali lebih banyak liang lahat. Hari ini menandai 75 hari berturut-turut Israel mengoyak komitmen perdamaian dengan rentetan artileri dan pemboman udara yang tak kunjung usai.

Napas Terhenti di Khan Younis

Di lingkungan Al-Amal, Khan Younis, udara masih berbau debu mesiu dan kematian. Tim Pertahanan Sipil Palestina, dengan peralatan seadanya, kembali bertarung dengan waktu. Fokus mereka hari ini adalah rumah keluarga Ahmed Abu Jalala, sebuah bangunan yang kini rata dengan tanah, tepat di seberang markas Bulan Sabit Merah.

Di bawah beton-beton yang hancur itu, jasad anggota keluarga Abu Jalala masih terkubur. Mereka bukan sekadar angka dalam statistik; mereka adalah ayah, ibu, dan anak-anak yang percaya bahwa rumah adalah tempat teraman saat gencatan senjata dimulai. Pencarian ini adalah simbol paling pedih dari harapan yang terkubur bersama puing-puing bangunan sipil yang sengaja dihancurkan oleh mesin perang Israel.

Statistik yang Menjerit: Ironi Gencatan Senjata

Data yang didokumentasikan oleh Kantor Media Pemerintah di Gaza mengungkapkan fakta yang mengerikan. Dalam kurun waktu yang disebut “damai”, telah terjadi 875 pelanggaran oleh pihak Israel. Dampaknya tidak main-main:

411 Nyawa Melayang: Orang-orang yang tewas justru setelah kesepakatan damai ditandatangani.
1.112 Luka-luka: Menambah beban rumah sakit yang sudah sekarat.
70.942 Total Martir: Akumulasi korban sejak 7 Oktober 2023 yang menunjukkan skala genosida tanpa ampun.
Serangan artileri masih menghujam lingkungan Al-Tuffah, kamp Al-Bureij, hingga pinggiran Deir al-Balah. Di utara Rafah, tembakan kendaraan militer terus bergema, memastikan bahwa rasa takut tetap menjadi bagian dari napas warga Gaza sehari-hari.

Ancaman Tersembunyi: Kelaparan dan Rak Obat yang Kosong

Jika peluru tidak membunuh mereka, maka birokrasi pendudukan yang mencekik bantuan kesehatan akan melakukannya. Direktur Jenderal Farmasi di Kementerian Kesehatan Gaza mengeluarkan peringatan darurat: 62% obat-obatan esensial hilang dari rak-rak apotek.

Ini bukan sekadar kelangkaan; ini adalah bencana bagi seperempat juta orang yang bergantung pada layanan kesehatan primer. Tanpa insulin, tanpa antibiotik, dan tanpa obat jantung, warga Gaza sedang menghadapi hukuman mati perlahan di rumah-rumah mereka sendiri.

Kondisi ini kian memilukan bagi generasi masa depan. Organisasi Save the Children memperingatkan bahwa sekitar 320.000 anak di bawah usia lima tahun kini berada di jurang malnutrisi akut. Meskipun senjata berat mungkin sesekali diam, blokade bantuan dan krisis ekonomi terus membunuh anak-anak ini secara sistematis.

Sikap dunia internasional semakin keras mengecam arogansi Israel yang mengabaikan Resolusi PBB dan kesepakatan internasional. Penghancuran bangunan sipil pasca-perjanjian gencatan senjata dianggap sebagai kejahatan perang yang nyata. Komunitas global menuntut pertanggungjawaban atas pengkhianatan terhadap proses perdamaian ini.

Bagi penduduk Gaza, dukungan internasional bukan lagi sekadar retorika diplomatik, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyambung hidup. “Kami butuh obat, kami butuh roti, dan kami butuh dunia berhenti membiarkan mereka membunuh kami saat kami sedang mencoba berdamai,” ujar seorang warga di Khan Younis.

Tujuh puluh lima hari pelanggaran adalah bukti bahwa gencatan senjata di mata pendudukan hanyalah strategi untuk memperpanjang penderitaan. Di antara reruntuhan rumah keluarga Abu Jalala dan rak obat yang kosong, nurani dunia sedang diuji: Akankah kemanusiaan akhirnya menang, ataukah Gaza akan terus menjadi ladang pembantaian yang tak berujung?

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Sulsel Bersama Wahdah Islamiyah dan Garda Care Tiba di Desa Babo Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Gandum dari Indonesia Tiba di Gaza, Truk Berhasil Melintasi Pintu Rafah di Mesir

GAZA – Upaya kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali berhasil menembus blokade. Sebuah truk...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

KITA Palestina dan WIZ Bahagiakan 150 Anak Gaza dengan Bantuan Sepatu dan Pakaian Musim Dingin

GAZA – Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama KITA Palestina kembali menyalurkan bantuan...

Materi Khutbah Jumat

Related Articles

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

Ustadz Zaitun Rasmin Hadiri Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden: Dukung Langkah Diplomasi Global Demi Palestina

JAKARTA – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin,...

Roadshow Baitul Maqdis Goes To School di Bogor, Ustadz Ilham Jaya Ajak Santri Tingkatkan Kepeduliaan Terhadap Palestina

CIBINONG – Kembali Komite Solidaritas Palestina bekerjasama dengan Wahdah Islamiyah dan Sekolah...

Musim Dingin Perparah Krisis, Tenda Pengungsian Jadi “Tenda Kematian” Akibat Serangan Israel

Di tengah gigitan dingin dan kerasnya hidup di tenda, pengungsi Gaza menghadapi...