PADANG – Banjir yang kembali melanda Kota Padang pada Selasa, (25/11/2025), menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa hari terakhir.
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA menyampaikan bahwa banjir yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengingatkan kita bahwa kaum Muslimin adalah satu tubuh, dan ketika satu bagian sakit, seluruhnya ikut merasakan.
“Di tengah musibah ini, uluran tangan dan doa dari kita adalah wujud nyata persaudaraan dalam Islam.
Semoga Allah ringankan beban saudara-saudara kita dan jadikan setiap kebaikan sebagai pemberat amal di sisi-Nya. Mari saling menguatkan. Karena kita satu dalam iman dan kasih sayang,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).
Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sumatera Barat, Ustadz Fikrul Hidayat, S.H, memberikan penjelasan terkait penyebab banjir serta langkah-langkah yang sedang dan akan ditempuh Wahdah Islamiyah dalam membantu warga terdampak.
Dalam keterangannya, Ustadz Fikrul menjelaskan bahwa kombinasi curah hujan tinggi dan air laut pasang menjadi faktor utama yang memperparah kondisi banjir.

“Banjir yang terjadi di Kota Padang beberapa hari ini, dan yang paling parah hari ini, Selasa 25 November 2025, disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi semalam, ditambah air laut yang sedang pasang sehingga air dari darat tidak mengalir ke laut. Akibatnya air tertahan dan mengakibatkan banjir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setelah air laut kembali surut pada pagi harinya, debit air dari sungai dan permukiman dapat mengalir dengan cepat ke laut. Hal ini membuat genangan di berbagai kawasan pemukiman masyarakat juga mulai surut.
Meski sejumlah titik terendam, Ustadz Fikrul menilai bahwa banjir tahun ini tidak separah tahun sebelumnya.
“Kalau kita menimbang dengan kejadian tahun lalu, bisa dikatakan untuk tahun ini jauh lebih sedikit risikonya. Tahun lalu ketinggian air sangat tinggi, sementara tahun ini tidak setinggi itu,” terangnya.
Menurutnya, tingginya curah hujan di wilayah Sumatera Barat memang menjadi kejadian berulang setiap tahun, terutama pada penghujung musim.
Saat ini, Wahdah Islamiyah Sumatera Barat terus mengerahkan dukungan bagi para relawan dan unsur pemerintah yang turun langsung di lapangan.

“Kita di Wahdah Islamiyah Sumbar masih membantu para relawan yang turun di lokasi bencana, juga pihak pemerintah untuk sama-sama menolong masyarakat yang terkena musibah,” ujar Ustadz Fikrul.
Ia juga mengungkapkan bahwa Wahdah Islamiyah berencana mendirikan Posko Hangat apabila dana bantuan masyarakat mencukupi. Posko tersebut ditujukan untuk memberikan layanan makanan dan minuman hangat bagi warga terdampak, terutama di titik banjir tahunan seperti Parak Jambak dan Danau Tunggul Hitam.
“Jika dana terkumpul, kami akan mengusahakan Posko Hangat di dekat titik banjir yang cukup parah. Titik-titik seperti Parak Jambak dan Danau Tunggul Hitam sudah menjadi langganan banjir setiap tahun,” ungkapnya.
Menutup pernyataan, Ustadz Fikrul menyampaikan doa dan harapannya agar langkah-langkah kebaikan ini dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua untuk langkah-langkah kebaikan ke depan,” tutupnya.
Laporan: Humas Wahdah
Microsoft productivity suite – https://sites.google.com/download-macos-windows.com/office-download/ – Word, Excel, and PowerPoint.
Decentralized stablecoin swap protocol for low-slippage trading – Visit Curve Finance – Optimize yields and reduce trading costs today.
Leave a comment