Sabtu , 25 April 2026
BeritaInternasional

Hening dan Kosong: Penutupan Masjid Al-Aqsa Berlanjut Hari ke-12, Warga Palestina Dilarang Beribadah

YERUSALEM — Kompleks suci Masjid Al-Aqsa tetap ditutup oleh pasukan Israel untuk hari keduabelas berturut-turut, membuat salah satu tempat paling suci dalam Islam itu berubah menjadi ruang yang sunyi.

Penutupan tersebut mencegah umat Muslim melaksanakan salat dan ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan periode yang dianggap paling sakral dalam kalender Islam.

Otoritas Israel berdalih langkah tersebut dilakukan karena alasan keamanan terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Namun banyak pihak menilai kebijakan ini sebagai preseden berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pendudukan Yerusalem.

Sejak tahun 1967, salat Tarawih dan i’tikaf selalu berlangsung di dalam Masjid Al-Aqsa, bahkan di masa konflik paling sulit sekalipun.

Kekhawatiran Upaya Mengubah Status Masjid

Pemerintah Provinsi Yerusalem memperingatkan bahwa penutupan tersebut terjadi di tengah meningkatnya hasutan dari kelompok ekstremis yang dikenal sebagai organisasi “Kuil”.

Pihak otoritas lokal menilai langkah Israel bukan sekadar tindakan keamanan sementara.

Menurut mereka, kebijakan tersebut mencerminkan agenda politik dan ideologis untuk mengubah status quo keagamaan, historis, dan hukum yang selama ini berlaku di kompleks Al-Aqsa.

Sementara itu, pasukan Israel juga memperketat pengamanan di kawasan Kota Tua Yerusalem.

Area sekitar Gerbang Damaskus ditutup, sementara akses warga Palestina ke kota tersebut sangat dibatasi.

Kota Tua yang Sunyi

Penutupan total kompleks masjid membuat halaman Al-Aqsa—yang biasanya dipenuhi ribuan jamaah selama Ramadan menjadi kosong.

Area salat dan halaman masjid ditutup sepenuhnya, menciptakan suasana yang digambarkan warga Yerusalem sebagai “hening dan kosong”.

Kebijakan tersebut juga merampas kesempatan umat Muslim untuk melakukan i’tikaf, sebuah ibadah penting pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Selain itu, otoritas Israel dilaporkan memaksa pemilik toko di sekitar kawasan untuk menutup usaha mereka setelah sekelompok pemuda membagikan makanan buka puasa kepada para pejalan kaki.

Sejak awal Ramadan, pembatasan ketat juga diberlakukan terhadap warga Palestina yang ingin memasuki Yerusalem.

Pada salat Jumat terakhir, hanya sekitar 6.000 jamaah yang diizinkan masuk jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan puluhan ribu jamaah yang biasanya hadir.

Kontradiksi Kebijakan

Sumber-sumber lokal mencatat adanya kontradiksi mencolok dalam kebijakan tersebut.

Sementara warga Palestina dilarang melaksanakan salat dan i’tikaf, para pemukim Israel justru diizinkan mengadakan pertemuan keagamaan dan politik di sekitar gerbang kompleks masjid dengan pengamanan ketat.

Acara-acara pemukim juga tetap diizinkan berlangsung di Kota Tua dan di kawasan Tembok Barat, bahkan setelah pecahnya konflik dengan Iran.

Langkah ini memicu kecaman luas dari warga Palestina yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan tradisi sejarah yang telah dijaga selama beberapa generasi.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Laznas WIZ dan KITA Palestina Salurkan Zakat Mal bagi 60 Guru Al-Quran di Jalur Gaza

GAZA – Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin menghimpit, puluhan guru Al-Quran...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Related Articles

Penjajah Israel Lancarkan Serangan ke Gaza Tengah, Enam Warga Palestina Tewas dan Tiga Anak Jadi Korban

GAZA — Serangan militer Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Jalur...

Penjajah Israel Bakar Rumah, Kendaraan dan Tebang Pohon Zaitun Milik Warga Palestina di Nablus

TEPI BARAT – Pasukan pendudukan Israel membakar sebuah rumah Palestina dan dua...

Gaza di Ambang Krisis Air Bersih, Warga Bertahan Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

GAZA – Di tengah kehancuran akibat genosida Israel, krisis air di Jalur...

Gerombolan Pemukim Yahudi Nodai Al-Aqsa, Israel Tangkap 80 Warga Palestina di Tepi Barat

Al-Quds – Senin (20/4/2026), puluhan pemukim Yahudi dilaporkan menyerbu masuk ke kompleks...