JAKARTA — Jelang pelaksanaan Muktamar V Wahdah Islamiyah tahun 2026, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA bersilaturahmi dengan Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, 13 Januari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi Wahdah Islamiyah untuk memperkenalkan kontribusinya sebagai ormas Islam berskala nasional yang aktif dalam dakwah, pendidikan, sosial, serta program-program pemberdayaan umat di seluruh Indonesia. Saat ini, Wahdah telah memiliki struktur organisasi yang menjangkau 266 DPD dan perwakilan di seluruh provinsi melalui DPW.
Dalam paparannya, Ustaz Zaitun menyampaikan bahwa Wahdah Islamiyah selama lebih dari dua dekade terus mengembangkan program-program berbasis Al-Qur’an, termasuk pemberantasan buta aksara Al-Qur’an melalui program DIROSA (Pendidikan Al-Qur’an untuk Orang Dewasa) yang telah melahirkan puluhan ribu alumni.
Tak hanya itu, Wahdah juga menggagas metode “Sekejap Faham Al-Qur’an”, sebuah pendekatan inovatif yang memungkinkan umat Islam memahami makna Al-Qur’an tanpa harus mendalami gramatikal Arab klasik secara mendalam. “Kami ingin membawa umat lebih dekat dengan Al-Qur’an secara praktis dan menyeluruh,” ujar Ustaz Zaitun.
Wahdah Islamiyah juga telah membangun lebih dari 500 unit sekolah dan pesantren serta memiliki lembaga amil zakat nasional (Laznas Wahdah Inspirasi Zakat) yang berkontribusi dalam berbagai program sosial dan kebencanaan di tingkat nasional maupun internasional, termasuk dalam penanganan krisis di wilayah Sumatera baru-baru ini.
Ustaz Zaitun menyampaikan harapan agar Ketua MPR RI berkenan menjadi Dewan Pengarah Muktamar V Wahdah Islamiyah dan hadir secara langsung dalam acara nasional tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan apresiasi atas kiprah Wahdah Islamiyah dan menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun wajah Islam Indonesia yang ramah, membawa rahmat, dan menghadirkan keselamatan bagi seluruh rakyat.
“Islam Indonesia ke depan harus tampil sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dan kuncinya adalah umat memahami kitab sucinya,” ujar Muzani.
Ia menilai program Wahdah seperti DIROSA dan Sekejap Faham Al-Qur’an sangat relevan dan dibutuhkan bangsa ini.
“Pemberantasan buta huruf Al-Qur’an adalah pekerjaan rumah besar kita. Sejak sebelum kemerdekaan sudah diupayakan, namun hingga kini belum tuntas,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa MPR RI akan menyalurkan 15 ribu paket ibadah dan sembako pada Februari mendatang, namun menilai peran ormas seperti Wahdah tetap sangat dibutuhkan dalam memperluas jangkauan kebermanfaatan.
“Kesabaran, kekuatan, dan konsistensi adalah kunci keberhasilan dakwah,” tutup Muzani.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen Wahdah Islamiyah untuk terus membangun sinergi strategis dengan lembaga negara dalam menghadirkan solusi konkret bagi kemajuan bangsa, melalui dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang memberdayakan, dan pelayanan sosial yang menyentuh akar kebutuhan umat.
Laporan: Humas Wahdah
Microsoft productivity suite – https://sites.google.com/download-macos-windows.com/office-download/ – Word, Excel, and PowerPoint.
Decentralized stablecoin swap protocol for low-slippage trading – Visit Curve Finance – Optimize yields and reduce trading costs today.
Leave a comment