Jumat , 24 April 2026
BeritaInternasional

Pernyataan Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penjajahan dan Genosida Zionis Israel di Gaza

MAKASSAR – Ormas Islam Wahdah Islamiyah ikut mengecam penjajahan dan genosida yang dilakukan zionis Israel di Gaza Palestina, yang kini telah memasuki hari ke 225 sejak oktober 2023 yang lalu.

Genosida yang masih terus berlangsung yang dilakukan oleh Zionis Israel yang telah menewaskan lebih 35.000 jiwa dan kerusakan yang besar di Gaza, maka sebagai bentuk pembelaan terhadap kaum muslimin dan atas nama kemanusiaan maka Wahdah melakukan Aksi Bela Palestina secara serentak di seluruh Indonesia.

Selain itu, Wahdah Islamiyah mengeluarkan pernyataan sikap yang bernomor Nomor: K.401/IL/I/11/1445 tentang Genosida di Gaza dan Dukungan Terhadap Kemerdekaan Rakyat Palestina, berikut penyataan sikapnya yang dibacakan oleh Sekjen DPP Wahdah Islamiyah Ustaz Syaibani Mujiono di Kampus STIBA Makassar, Jumat Siang tadi (17/5/2024).

1. Mengutuk keras tindakan keji yang berketerusan ini dan menuntut Zionis Israel segera menghentikan Genosida/ pembunuhan kaum muslimin di Gaza.

2. Mendesak negara-negara Islam di dunia untuk bersatu dan semua negara yang memiliki hati nurani kemanusiaan dan mengerahkan tentaranya untuk menghentikan Zionis Israel dari Tindakan keji dan biadab ini.

3. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk terus berupaya secara diplomatik bahkan menginisiasi upaya militer internasional menghentikan kebiadaban penjajah zionis Israel dan upaya lainnya demi kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa Palestina, yang mana kemerdekaan adalah hak segala Bangsa.

4. Mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat dunia untuk memberikan dukungan secara moril dan materil, dengan memakai dan memasyarakatkan atribut Palestina dan terus melakukan upaya maksimal sampai Palestina Merdeka.

5. Mengajak umat Islam terus melaksanakan Qunut Nazilah dan juga tiada henti mendoakan saudara-saudara kita di Palestina dan Gaza.

6. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk terus berupaya mengumpulkan dana untuk membantu saudara kita di Gaza yang sekarang ini mengalami ujian yang sangat berat berupa kehilangan nyawa, tempat tinggal dan terancam kelaparan.

 

“Demikian pernyataan sikap ini sebagai bentuk dukungan kepada Palestina, Al-Aqsha, masyarakat Gaza, semoga Allah memudahkan langkah kita dalam perjuangan ini dan Allah mengampuni kita atas segala kelemahan dan kelalaian kita terhadap suadara kita di Palestina,” terang Ustaz Syaibani di akhir pembacaan sikapnya.

Aksi Bela Palestina ini berlangsung di sentra-sentra aktivitas Wahdah Islamiyah. Setidaknya ada 420 unit lembaga pendidikan dan dakwah jaringan Wahdah Islamiyah seluruh Indonesia yang tutur melakukan aksi ditempat mereka masing-masing.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA dalam sambutannya mengatakan bahwa kita tidak akan berhenti untuk menyuarakan dan melawan berbagai pembantaiaan dan genozida yang terjadi hingga Palestina merdeka.

“Kepada seluruh kaum muslimin dibidang media, pembelaan kalian terhadap gaza adalah wajib ‘ain bagi kalian, untuk terus menyuarakan kemerdekaan dan penolakan terhadap genozida di Gaza. Saya menginstruksikan untuk melakukan aksi bela palestina setiap pekan sampai palestina merdeka,” pungkasnya.

“Mari terus menggunakan atribut Palestina baik itu syal, kaos dan baju Palestina. Mari berikan doa-doa terbaik kita untuk kemerdekaan Palestina,” ajaknya.

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Laznas WIZ dan KITA Palestina Salurkan Zakat Mal bagi 60 Guru Al-Quran di Jalur Gaza

GAZA – Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin menghimpit, puluhan guru Al-Quran...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Gandeng Mitra Lokal, Laznas WIZ – KITA Palestina Distribusikan Bantuan Tunai Zakat ke Warga Gaza Utara

GAZA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Lewat WIZ dan KITA Palestina, Ratusan Warga Gaza Selatan Nikmati Iftar dari Donatur Indonesia

GAZA SELATAN — Senyum syukur merekah di wajah ratusan warga Gaza Selatan...

Related Articles

Penjajah Israel Bakar Rumah, Kendaraan dan Tebang Pohon Zaitun Milik Warga Palestina di Nablus

TEPI BARAT – Pasukan pendudukan Israel membakar sebuah rumah Palestina dan dua...

Gaza di Ambang Krisis Air Bersih, Warga Bertahan Hidup dengan Kurang dari 10 Liter per Hari

GAZA – Di tengah kehancuran akibat genosida Israel, krisis air di Jalur...

Gerombolan Pemukim Yahudi Nodai Al-Aqsa, Israel Tangkap 80 Warga Palestina di Tepi Barat

Al-Quds – Senin (20/4/2026), puluhan pemukim Yahudi dilaporkan menyerbu masuk ke kompleks...

Ketika Keluarga Hilang Lebih Menyakitkan dari Kematian di Gaza

GAZA – Di Gaza, kematian terkadang terasa lebih pasti daripada “hilang”. Bagi...