BeritaInternasional

Turki Putuskan Bergabung dengan Afrika Selatan Melawan ‘Israel’ di ICJ

ANKARA – Turki telah mengumumkan akan bergabung dengan Afrika Selatan dalam kasus genosida yang diajukan terhadap ‘Israel’ di Mahkamah Internasional (ICJ).

“Kami telah memutuskan untuk bergabung dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap ‘Israel’ di ICJ,” Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri, mengatakan pada konferensi pers pada Rabu (1/5/2024).

“Ini adalah keputusan politik yang diambil oleh Presiden kami (Recep Tayeb Erdogan) dan kami mengumumkan keputusan ini ke seluruh dunia,” tambahnya.

Fidan mengatakan Turki akan bekerja sama “dengan negara-negara sahabat dan sekutunya sebagai pihak yang melakukan intervensi dalam kasus pengadilan ini.”

“Turki akan terus mendukung rakyat Palestina dalam segala keadaan,” tegasnya.

Dukungan Irlandia

Pada Desember, Afrika Selatan mengajukan kasus terhadap ‘Israel’ di ICJ, menuduhnya melakukan genosida di Jalur Gaza yang terkepung.

Pengadilan Dunia mengeluarkan beberapa tindakan sementara pada 26 Januari termasuk bahwa ‘Israel’ mengambil semua tindakan untuk memastikan pasukannya tidak melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina, serta pengiriman bantuan kepada penduduk yang terkepung.

Turki bergabung dengan Irlandia yang juga mengumumkan pada Maret bahwa mereka akan melakukan intervensi dalam kasus ICJ.

Pertemuan Hamas

Bulan lalu, Erdogan bertemu dengan delegasi senior Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, termasuk ketua biro politik Ismail Haniyeh.

Pertemuan tersebut merupakan yang pertama antara kedua pemimpin sejak dimulainya perang genosida ‘Israel’ di Gaza pada 7 Oktober.

Pertemuan tertutup tersebut berlangsung di kantor kepresidenan di Istana Dolmabahçe di Istanbul.

Erdogan dilaporkan menekankan pentingnya persatuan Palestina selama fase kritis ini dan menegaskan kembali penerapan sanksi Turki terhadap ‘Israel’, termasuk pembatasan perdagangan.

Pembatasan Perdagangan

Bulan lalu Turki mengumumkan pembatasan ekspor berbagai macam produk ke ‘Israel’ sampai gencatan senjata diumumkan di Gaza.

“Keputusan ini akan tetap berlaku sampai ‘Israel’ segera mengumumkan gencatan senjata dan memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang cukup dan tidak terputus ke Gaza,” kata Kementerian Perdagangan Turki dalam sebuah pernyataan.

Pembatasan tersebut, yang mulai berlaku segera setelah pengumuman tersebut, berlaku untuk produk dari 54 kategori, termasuk baja, semen, besi, pupuk, bahan bakar penerbangan, peralatan dan produk konstruksi, serta material lainnya.

Sumber: The Palestine

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

BeritaInternasional

Grand Syekh al-Azhar Apresiasi Indonesia Aktif Bela Palestina, Tetap Fokus Perjuangkan Masjid Al-Aqsha

JAKARTA – Imam Akbar Grand Syekh al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayeb mengingatkan umat...

BeritaInternasional

Yuk Ramaikan Aksi Bela Palestina dan Launching Gerakan 1000 Spanduk Boikot Israel di Bandung

BANDUNG – Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (ABABIL) Bersama ormas Islam, komunitas...

BeritaInternasional

Krisis Kelaparan Akibat Penjajahan Israel di Gaza, Paksa Penduduk Palestina Makan Daun Pohon

GAZA – Ahmad Abdulrahim (38 tahun), berjalan-jalan di sisa-sisa pasar di Kota...

BeritaInternasional

Abu Ubaida: Sembilan Bulan Perlawanan, Kemampuan Tempur Al-Qassam Semakin Kuat

GAZA – Juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaida mengatakan bahwa para pejuang...