MAKASSAR – Ulama asal Palestina, Syaikh Dr. Ahed Ahmad Abu Al Atha, membeberkan kekejaman sistematis yang dialami ribuan tawanan menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam acara “Ramadan di Gaza” yang digelar di Masjid Anas bin Malik IAI STIBA Makassar, Ahad (15/2/2026), Syaikh Ahed menyebut kondisi di dalam penjara saat ini sudah di luar batas kemanusiaan.
Syaikh Ahed mengungkapkan ada sekitar 15.000 warga Palestina yang saat ini mendekam di penjara Penjajah Israel, mengalami penyiksaan dan penghinaan.
“Di antara bentuk penghinaan paling keji adalah saat salah satu menteri penjajah datang ke penjara. Mereka dengan sengaja melepaskan anjing-anjing untuk menyerang tawanan yang tangannya terikat. Di antara mereka yang diperlakukan seperti itu adalah para penghafal Al-Qur’an,” ungkap Syaikh Ahed.

Ketua YPSP tersebut menyebutkan bahwa tak hanya serangan fisik, isolasi total juga diberlakukan. Selama dua tahun terakhir, akses kunjungan keluarga ditutup rapat.
Syaikh Ahed memaparkan bahwa para tawanan menderita kelaparan hebat hingga mengalami penurunan berat badan yang drastis.
Berat badan para tawanan dibawah batas normal, turun hingga 30 kg. Ini dilakukan secara sengaja untuk melemahkan fisik dan mental saudara-saudara kita.
“Bahkan, bantuan medis yang merupakan kebutuhan dasar pun dihalangi, termasuk bagi tawanan wanita yang sangat membutuhkan perawatan,” tambahnya.
Laporan: Media KITA Palestina
Leave a comment