GAZA — Dentuman serangan kembali memecah pagi yang sunyi di Jalur Gaza. Empat warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam wilayah timur Kota Gaza, Minggu (5/4/2026), memperpanjang rangkaian pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Menurut laporan otoritas setempat, serangan tersebut menargetkan sekelompok personel keamanan di lingkungan Al-Tuffah, dekat Lapangan Al-Shawa. Saksi mata menyebutkan bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) Israel meluncurkan serangan langsung ke lokasi, memicu kepanikan warga yang berada di sekitar area padat penduduk itu.
Jenazah para korban bersama sejumlah korban luka segera dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Ma’madani dan Al-Shifa. Di ruang gawat darurat yang penuh sesak, tenaga medis kembali dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan obat-obatan di tengah meningkatnya jumlah korban.
Beberapa jam sebelum serangan tersebut, satu warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dan tiga orang terluka akibat serangan drone yang menargetkan sebuah kendaraan di wilayah Gaza tengah. Rentetan kekerasan ini disertai tembakan artileri intensif yang menghantam berbagai wilayah, termasuk kamp pengungsi Jabalia dan kawasan timur Khan Younis.
Di selatan, kapal perang Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah pantai Rafah, sementara kendaraan militer menembaki wilayah timur laut kamp pengungsi al-Bureij. Suara tembakan sporadis dan ledakan terus menghantui warga sipil yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Perkembangan ini menegaskan berlanjutnya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diberlakukan sejak 11 Oktober. Data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, pelanggaran tersebut telah menyebabkan sedikitnya 713 warga Palestina tewas dan 1.943 lainnya terluka.
Di tengah kecaman internasional yang terus menguat, banyak pihak menilai tindakan militer Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, yang melarang serangan terhadap warga sipil dan mewajibkan perlindungan terhadap populasi non-kombatan.
Sementara itu, warga Gaza terus menjalani hari-hari mereka dalam kondisi terkepung, tanpa kepastian kapan kekerasan akan berakhir.
Sumber: Palinfo
Leave a comment