Senin , 16 Februari 2026
BeritaInternasional

Pesan Pengganti “Abu Ubaidah”: Estafet Perlawanan Tak Terputus

Gaza — Empat bulan setelah Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengklaim telah membunuh Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, panggung perlawanan kembali berbicara. Senin ini, sosok baru muncul dengan kuniyah yang sama, mengenakan topeng yang telah lama menjadi simbol suara perlawanan Palestina.

Dalam pidato berdurasi 22 menit, “Abu Ubaidah” yang baru menyampaikan pesan politik dan militer yang tegas, selaras dengan dinamika Gaza pasca 80 hari kesepakatan gencatan senjata—yang, menurut perlawanan, terus dilanggar Israel. Kehadirannya seolah menegaskan bahwa suara itu tidak padam bersama satu nama; ia beralih, berlanjut, dan berakar.

Estafet Perlawanan

Juru bicara baru ini melanjutkan jejak pendahulunya, sosok bertopeng yang selama 21 tahun menjadi wajah media Brigade Al-Qassam lewat konferensi pers dan rekaman video. Dalam pernyataannya, ia mengumumkan kesyahidan lima pemimpin utama Al-Qassam menyusul kembalinya agresi Israel pada Maret lalu, yakni:

  • Muhammad Sinwar, Kepala Staf yang menggantikan Syahid Muhammad Deif
  • Muhammad Shabaneh, Komandan Brigade Rafah
  • Hakam Issa, Kepala Divisi Senjata dan Layanan Tempur
  • Raed Saad, Kepala Divisi Produksi Militer
  • Hudzaifah Samir Abdullah Al-Kahlout (Abu Ubaidah), juru bicara militer sebelumnya

Ketua Institut Studi Palestina, Rami Asy-Syaqrah, menilai kemunculan juru bicara baru ini sebagai sinyal kuat bahwa Al-Qassam telah merampungkan penataan organisasinya.

“Struktur telah terisi, kekosongan kepemimpinan tertutup, dan medan menegaskan kesiapan penuh. Ada kesinambungan antara keputusan dan tindakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembunuhan tokoh (sebesar apa pun simbolnya) tidak pernah mematikan gagasan. “Api proyek perlawanan tidak padam. Ia diwariskan lintas generasi. Abu Ubaidah yang baru membuka halaman baru, melanjutkan peran tanpa terputus,” katanya.

Sumber khusus menyebutkan, juru bicara baru ini telah mendampingi Syahid Hudzaifah Al-Kahlout sepanjang Operasi Thufan Al-Aqsha, menyerap pengalaman media militer dan bersiap mengemban amanah bila sang pendahulu gugur.Penundaan

Penundaan pengumuman nasib para pemimpin, menurut platform pemantau keamanan perlawanan, terkait pertimbangan keamanan ketat demi mencegah eksploitasi intelijen dan perang psikologis.

Waktu yang Diperhitungkan

Dalam pidatonya, juru bicara Al-Qassam menegaskan bahwa perlawanan telah menjalankan komitmen gencatan senjata secara bertanggung jawab. Namun, hak membalas kejahatan pendudukan tetap melekat. “Rakyat Palestina tidak akan meletakkan senjata selama penjajahan masih ada. Mereka tidak akan menyerah, sekalipun harus berjuang dengan kuku,” tegasnya.

Asy-Syaqrah melihat pesan ini sebagai penolakan terang terhadap segala upaya pemaksaan—baik melalui kekuatan militer, tekanan politik, maupun perang psikologis. “Ia berhadapan dengan kehendak rakyat yang tidak menawar haknya untuk merdeka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pemilihan waktu pidato yang dinilainya sarat makna: beberapa jam sebelum pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang berstatus buron Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang di Gaza. “Ini sinyal politik yang kuat. Pesan itu menembus ruang pengambilan keputusan,” katanya.

Pilihan kata dalam pidato, terutama terkait senjata, disebutnya bersifat mendasar dan tegas. Senjata ditegaskan sebagai hak eksklusif Palestina—alat pembebasan dan hak kedaulatan yang tak bisa dicabut atau ditawar.

Pesan Berlapis

Peneliti militer Rami Abu Zubaidah menilai pengumuman kesyahidan para pemimpin utama—termasuk Kepala Staf Muhammad Sinwar dan juru bicara legendaris Abu Ubaidah—yang beriringan dengan kemunculan “Abu Ubaidah” baru, sebagai “dokumen militer” tentang keberlanjutan perlawanan.

Menurutnya, gugurnya para penggerak inti di jantung pertempuran menutup ruang keraguan bahwa kepemimpinan berada jauh dari medan. “Darah memberi legitimasi yang lebih kuat daripada sekadar penugasan organisasi,” ujarnya.

Peralihan gelar Abu Ubaidah, lanjutnya, menyampaikan pesan jelas kepada Israel: yang dihadapi bukan satu individu, melainkan sebuah institusi juru bicara. Dengan begitu, operasi pembunuhan kehilangan nilai strategisnya.

Ia merangkum makna pidato tersebut dalam beberapa poin kunci:

  • Penguatan ikatan dengan basis rakyat, sebagai pemulihan psikologis warga Gaza dan penutup celah bagi upaya Israel memecah hubungan rakyat–perlawanan pasca kehancuran masif.
  • Penegasan gencatan senjata sebagai buah keteguhan, sekaligus hak membalas yang tetap terjaga—menandakan perlawanan tidak berbicara dari posisi kalah.
  • Kegagalan intelijen Israel, yang mengira kematian sang juru bicara menutup bab “si masker”, namun justru melihatnya kembali sebagai ide yang melampaui individu.
  • Kapasitas media dan teknologi Al-Qassam yang tetap bekerja, meski Gaza disapu agresi dan pemantauan teknologi.
  • Runtuhnya narasi penuntasan, sebab kemunculan kembali sosok bertopeng membantah klaim Israel telah “membersihkan kantong-kantong perlawanan”.

Di Gaza, suara itu kembali bergema—tenang, terukur, dan menyimpan pesan: perlawanan bukan sekadar nama, melainkan alur panjang yang terus berjalan, bahkan ketika satu per satu syuhada gugur di jalan sejarah.

Sumber: Al Jazeera

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

Edukasi PalestinaProgram

Keteguhan Rakyat Gaza Jadi Inspirasi ASN Pemkot Makassar Layani Masyarakat

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar berikan perhatian khusus terkait Palestina. Penggalangan dana...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Sulsel Bersama Wahdah Islamiyah dan Garda Care Tiba di Desa Babo Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Gandum dari Indonesia Tiba di Gaza, Truk Berhasil Melintasi Pintu Rafah di Mesir

GAZA – Upaya kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali berhasil menembus blokade. Sebuah truk...

Materi Khutbah Jumat

Related Articles

Syaikh Ahed Abu Al Atha Ungkap Kekejaman Penjajah Israel Pada Warga Palestina yang Jadi Tahanan

MAKASSAR – Ulama asal Palestina, Syaikh Dr. Ahed Ahmad Abu Al Atha,...

Yuk Hadiri Tabligh Akbar (Ramadhan di Gaza Palestina)! Besok di Masjid Anas Bin Malik IAI STIBA Makassar

MAKASSAR – Genosida belum berhenti. Gencatan senjata tidak membuat panjajah Israel menghentikan...

Hari ke-123 Pelanggaran Gencatan Senjata: Gaza Kembali Dibombardir, Anak Terluka di Khan Younis

GAZA – Jalur Gaza kembali diguncang bombardemen udara dan tembakan artileri berat...

Demonstrasi di Berlin dan Paris Kecam Kejahatan dan Genosida Israel di Gaza

Gelombang kemarahan publik terhadap kejahatan Israel di Gaza kembali meletup di jantung...