Minggu , 9 Februari 2025
BeritaInternasional

Israel Rebut dan Jadikan Rumah Sakit Indonesia sebagai Markas Militer

JAKARTA – Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, yang saat ini sedang dijadikan markas dan tempat perlindungan bagi tentara Israel, kata ketua  Sarbini Abdul Murad selaku MER-C.

Dalam konferensi pers, Sarbini Abdul Murad, menyampaikan bahwa sebelumnya Israel menyebut di bawah Rumah Sakit Indonesia terdapat terowongan yang dijadikan markas Hamas. Tuduhan ini tidak terbukti sama sekali dan telah dibantah. Setelah dibom dan diserang Israel, lalu Rumah Sakit Indonesia dikosongkan.

Sarbini Abdul Murad mengatakan, setelah sejumlah penduduk Palestina di Jalur Gaza dievakuasi ke selatan, tengah, dan utara, Rumah Sakit Indonesia kosong. Bangunan rumah sakit terbengkalai karena tidak ada aktivitas.

“Setelah gencatan senjata, kemudian seluruh tenaga medis, pasien, dan warga yang tinggal di Rumah Sakit Indonesia itu dipaksa untuk dievakuasi. Jadi sebagian dievakuasi ke selatan, ada yang ke tengah, ada di utara. Kemudian, praktisnya, Rumah Sakit Indonesia ini kosong, meninggalkan luka yang begitu serius. Kita tahu lantai tiga, lantai empat, maupun peralatan medis pada berantakan. Kemudian di depan rumah sakit ada buldoser-buldoser, sehingga akses ke sana sulit dan belum lagi dipagar Israel, sehingga rumah sakit kosong,” kata Sarbini Abdul Murad Sarbini Abdul Murad.

Sarbini Abdul Murad menyebut bahwa israel dengan sengaja memanfaatkan Rumah Sakit Indonesia sebagai benteng atau perisai dari serangan pejuang Palestina. Ia lantas mengecam tindakan tentara Israel yang merebut dan menjadikan Rumah Sakit Indonesia markas militer untuk menyerang penduduk sipil di Gaza.

“Apa yang terjadi sekarang? Sekitar dua minggu lalu sampai dengan hari ini, Israel menempatkan pasukannya, tempat berlindung, dan markasnya, itu di Rumah Sakit Indonesia yang dulu pada tanggal 6 mereka sebut ada markas Hamas, ada orang Hamas di situ. Nah, sekarang mereka menempatkan pasukan itu sebagai perisai dari serangan Hamas,” ungkapnya.

Sarbini Abdul Murad menyebut bahwa Israel berharap pejuang Palestina tidak mungkin menyerang tempat perlindungan Israel di Rumah Sakit Indonesia. Sarbini menyampaikan bahwa MER-C mengecam praktik kejahatan Israel yang menjadikan Rumah Sakit Indonesia sebagai markas militer.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Ustadz Zaitun Rasmin Sayangkan Gaza Tidak Disebut dalam Perayaan Pekan Persaudaraan Dunia

JAKARTA – Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, turut hadir...

Ketua MUI: Konspirasi Jahat AS-Israel untuk Usir Warga Gaza Harus Ditolak

JAKARTA – Beberapa jam yang lalu, pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat...

Hamas Tolak dan Kecam Rencana Donald Trump untuk Ambil Alih Gaza

GAZA – Kelompok Pejuang Palestina Hamas pada Rabu lalu dengan tegas menolak...

Spirit Perjuangan Al-Aqsa (14): Ustadz Ridwan Hakim Jelaskan Hak Atas Tanah Suci (Bantahan Syubhat Zionisme)

MAKASSAR – Komite Solidaritas (KITA) Palestina sukses Gelar Edukasi Palestina dengan nama...