JAKARTA – Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA, selaku Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, menghadiri konferensi pers bertema Urgensi Persatuan Dunia Islam untuk Penciptaan Tata Dunia Baru yang Damai, Adil, Sejahtera, dan Beradab yang diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) dan Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam di Jakarta, Senin (13/4/2026).
“Ini momentum bagi dunia Islam untuk introspeksi. Bisa jadi memang masalahnya ada di kita. Kalau bisa diadakan dialog terus-menerus untuk menguatkan persatuan, iman, ilmu, dan akhlak,” imbuh Ustaz Zaitun.
Kehadiran Ustaz Zaitun yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah serta Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, dinilai sangat relevan dengan substansi seruan yang dibacakan para ulama dalam acara tersebut.

Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap isi seruan yang menekankan pentingnya persatuan umat Islam dalam menghadapi ketidakadilan global, khususnya agresi terhadap Palestina dan Iran.
“Persatuan umat Islam bukan sekadar seruan spiritual, tetapi kebutuhan strategis untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan global. Dunia tidak akan damai jika kebiadaban dan penjajahan masih dibiarkan berlangsung, terutama oleh entitas seperti Israel yang menjadi ancaman nyata bagi kemanusiaan,” tegas Ustaz Zaitun kepada media usai acara.
Dalam konferensi pers tersebut, dibacakan pernyataan resmi hasil dialog para tokoh ormas yang digelar di kediaman Prof. Dr. M. Din Syamsuddin pada 2 April 2026.
Seruan ini berisi enam poin utama yang antara lain mengecam agresi militer Amerika Serikat dan Israel atas Iran, penghentian perang secara total dan permanen, mendorong rekonsiliasi dan persatuan dunia Islam, serta menyerukan aksi konkret dari PBB dan lembaga internasional terkait.

“Kami mendesak PBB dan Lembaga Internasional relevan, seperti Dewan Keamanan PBB, International Court of Justice/ICJ, dan International Criminal Court/ICC, untuk mengenakan dan mengakkan sanksi tegas dan berat kepada penyebab perang, yaitu Amerika Serikat dan Israel, dengan meminta komitmen mereka agar tidak akan mengulangi lagi tindak penyerangan, pendudukan, dan penjajahan atas negara berdaulat lain, termasuk atas Palestina,” tulis salah satu dalam dokumen seruan tersebut.
Prof. Din Syamsuddin selaku koordinator CDCC menegaskan bahwa seruan ini bukan sekadar reaksi politik jangka pendek.
“Seruan ini sangat bersifat teologis, normatif, berbasis nilai-nilai moral. Bukan sekadar politis. Kita ingin menghadirkan wajah dunia baru setelah adanya dinamika global,” jelasnya.
Ia menambahkan, pernyataan tersebut saat ini telah ditandatangani oleh 53 tokoh ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia dan akan terus bertambah. Harapannya, dokumen ini menjadi dasar gerakan moral global yang melampaui batas negara demi membangun tatanan dunia baru yang damai, adil, sejahtera, dan beradab sebagaimana nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Laporan: Media UZR
Leave a comment