Selasa , 10 Februari 2026
BeritaInternasional

Lebih dari 72.000 Warga Palestina Tewas dalam Genosida Gaza, Krisis Kemanusiaan Kian Tak Terkendali

GAZA — Jumlah korban tewas akibat agresi Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menembus 72.027 orang, dengan 171.651 lainnya terluka, menandai salah satu tragedi kemanusiaan paling mematikan dalam sejarah Gaza modern.

Angka tersebut diumumkan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan dan runtuhnya sistem kesehatan secara menyeluruh.

Dalam laporan statistik hariannya, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza menerima dua jenazah dan 25 korban luka dalam 24 jam terakhir, akibat serangan udara Israel yang masih terus berlanjut. Situasi ini diperparah oleh keterbatasan akses tim medis ke wilayah-wilayah yang menjadi sasaran pemboman intensif.

“Kami menghadapi kondisi yang sangat sulit. Banyak korban yang tidak dapat dijangkau tepat waktu,” demikian pernyataan otoritas kesehatan setempat.

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan dan tergeletak di jalanan, sementara ambulans dan tim pertahanan sipil tidak mampu menjangkau lokasi akibat kehancuran infrastruktur dan serangan yang belum berhenti.

Gambaran ini memperlihatkan penderitaan warga sipil yang terjebak tanpa perlindungan, di tengah pembatasan ketat dan pengepungan berkepanjangan.

Sejak sehari setelah diumumkannya gencatan senjata pada 11 Oktober, Kementerian Kesehatan mencatat 576 orang tewas dan 1.543 lainnya terluka, selain 717 jenazah yang berhasil ditemukan. Data ini mencerminkan bahwa kehilangan nyawa terus terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan secara formal.

Kementerian juga mengumumkan penambahan 174 martir ke dalam angka kumulatif, setelah proses verifikasi dan persetujuan resmi oleh Komite Akreditasi Martir, yang mencakup periode 30 Januari hingga 6 Februari 2026.

Otoritas kesehatan menekankan bahwa angka yang diumumkan hanya mencakup korban yang berhasil mencapai rumah sakit, sementara banyak daerah masih sulit diakses, memicu kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih besar.

Bagi warga Gaza, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap nama, terdapat keluarga yang tercerai-berai, anak-anak yang kehilangan orang tua, dan generasi yang tumbuh di tengah trauma genosida.

Komunitas internasional semakin lantang mengecam operasi militer Israel di Gaza, yang oleh banyak organisasi hak asasi manusia dan pakar hukum internasional dikategorikan sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional, termasuk dugaan kejahatan perang dan genosida.

Namun, hingga kini, serangan masih berlanjut, sementara jutaan warga Gaza hidup di ambang kelaparan, penyakit, dan kehancuran total.

Sumber: Palinfo

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

ArtikelKolom

Tufanul Aqsha: Gelombang Perlawanan untuk Kemerdekaan Tanah Palestina

Langit yang Berbisik tentang Perlawanan Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Laut Mediterania dan perbatasan Israel, adalah tempat di mana harapan...

Program Penyaluran Bantuan

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Masyarakat Indonesia dan Mitra Lokal Salurkan Air Bersih untuk Warga Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

GAZA — Kondisi kebutuhan air bersih di Jalur Gaza semakin mengkhawatirkan. Menurut...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Kemanusiaan dari Pemprov Sulsel Bersama Wahdah Islamiyah dan Garda Care Tiba di Desa Babo Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

Bantuan Gandum dari Indonesia Tiba di Gaza, Truk Berhasil Melintasi Pintu Rafah di Mesir

GAZA – Upaya kemanusiaan masyarakat Indonesia kembali berhasil menembus blokade. Sebuah truk...

BeritaDonasiDonasi ProgramNasional

KITA Palestina dan WIZ Bahagiakan 150 Anak Gaza dengan Bantuan Sepatu dan Pakaian Musim Dingin

GAZA – Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama KITA Palestina kembali menyalurkan bantuan...

Materi Khutbah Jumat

Related Articles

Menembus Isolasi Al-Zaytoun: KITA Palestina dan Wahdah Inspirasi Zakat Salurkan Bantuan Pangan di Kota Gaza

GAZA — Di bawah bayang-bayang reruntuhan lingkungan Al-Zaytoun, Kota Gaza, sebuah pemandangan...

Ustadz Zaitun Rasmin Hadiri Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden: Dukung Langkah Diplomasi Global Demi Palestina

JAKARTA – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin,...

Roadshow Baitul Maqdis Goes To School di Bogor, Ustadz Ilham Jaya Ajak Santri Tingkatkan Kepeduliaan Terhadap Palestina

CIBINONG – Kembali Komite Solidaritas Palestina bekerjasama dengan Wahdah Islamiyah dan Sekolah...

Musim Dingin Perparah Krisis, Tenda Pengungsian Jadi “Tenda Kematian” Akibat Serangan Israel

Di tengah gigitan dingin dan kerasnya hidup di tenda, pengungsi Gaza menghadapi...