Kamis , 8 Oktober 2026
BeritaNasional

Ustaz Zaitun Rasmin Hadiri First International Islamic Civilization Forum di Uzbekistan, Dorong Penguatan Pendidikan dan Keulamaan

UZBEKISTAN – Ketua DPP Wahdah Islamiyah sekaligus Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, menghadiri First International Islamic Civilization Forum bertema “Islamic Civilization: The Path of Peace, Tolerance, and Enlightenment” yang diselenggarakan di Uzbekistan pada 7–11 Juli 2026.

Forum internasional tersebut mempertemukan para ulama, cendekiawan, tokoh agama, serta pejabat dari berbagai negara untuk membahas kontribusi peradaban Islam dalam membangun perdamaian, toleransi, dan pencerahan bagi masyarakat dunia.

Dalam momentum tersebut, Ustaz Zaitun Rasmin menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pendidikan, keulamaan, pengembangan wisata religi, serta industri halal. Menurutnya, kedua negara memiliki ikatan sejarah dan peradaban Islam yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

“Antara kaum muslimin di Indonesia dengan kaum muslimin Uzbekistan memiliki hubungan yang kuat. Di antaranya, Maulana Malik Ibrahim As-Samarkandi, ulama asal Uzbekistan, termasuk generasi awal penyebar agama Islam di Indonesia,” ujar Ustaz Zaitun Rasmin.

Ia menjelaskan bahwa Uzbekistan merupakan salah satu pusat peradaban Islam yang melahirkan banyak ulama besar yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Salah satu tokoh yang paling dikenal adalah Imam Al-Bukhari, yang karya-karyanya hingga kini menjadi rujukan utama umat Islam di seluruh dunia.

“Uzbekistan pernah menelurkan ulama besar seperti Imam Al-Bukhari. Karena itu, kita berharap ada penguatan kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pendidikan dan keulamaan,” tambahnya.

Selama rangkaian kegiatan forum, delegasi Indonesia mengikuti berbagai agenda yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara, termasuk pembahasan mengenai pengembangan kerja sama di bidang wisata religi, industri halal, pendidikan, dan penguatan jejaring keulamaan.

Forum internasional tersebut juga dihadiri oleh Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov, bersama para ulama, cendekiawan, dan tokoh agama dari berbagai negara. Kehadiran para pemimpin keagamaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan umat Islam, membangun kolaborasi antarlembaga keagamaan, serta mengampanyekan nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan penuh persaudaraan sejalan dengan tema forum, “Islamic Civilization: The Path of Peace, Tolerance, and Enlightenment.”

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Uzbekistan, para peserta juga berziarah ke kompleks makam Imam Al-Bukhari. Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap warisan intelektual Islam sekaligus mempererat hubungan historis dan spiritual antara umat Islam Indonesia dan Uzbekistan.

Kunjungan ini juga mendorong penguatan hubungan bilateral melalui rencana pembukaan rute penerbangan langsung Indonesia–Uzbekistan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas kedua negara, memperluas kerja sama pendidikan dan keagamaan, serta mendorong pertumbuhan wisata religi.

Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring keulamaan internasional sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Uzbekistan dalam bidang pendidikan, dakwah, serta pengembangan peradaban Islam yang berlandaskan perdamaian, toleransi, dan pencerahan.

Laporan: Media UZR

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Bukan Cuma Bantuan Makanan, Gaza Butuh Mesin dan Bahan Baku untuk Kembali Bekerja

GAZA — Angka resmi menunjukkan adanya peningkatan cukup berarti dalam volume barang...

Tabligh Akbar Gaza Terkini: Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Peringatkan Ancaman Eskalasi Global dan Urgensi Solidaritas Dunia

MAKASSAR — Di tengah meningkatnya eskalasi politik dan militer di kawasan Timur...

Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

JAKARTA — Ormas Islam Wahdah Islamiyah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan...

Ancaman Badai Musim Dingin: 1,7 Juta Warga Gaza Terjebak di Tenda Rusak dan Bangunan Rapuh

GAZA – Suhu dingin dan guyuran hujan berat mulai membayangi Jalur Gaza....