Rabu , 16 September 2026
BeritaNasional

Ustadz Zaitun Rasmin: Muktamar V Wahdah Islamiyah Momentum Evaluasi, Konsolidasi dan Menguatkan Kepedulian untuk Gaza

MAKASSAR — Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan organisasi untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi perjalanan dakwah, serta merumuskan langkah strategis menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Utama Kantor DPP Wahdah Islamiyah Makassar dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Jum’at, (7/8/26).

Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi ruang musyawarah untuk memperbaiki berbagai aspek gerakan dakwah.

“Muktamar ini waktunya kita bermusyawarah, memikirkan, dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki ke depannya,” ujarnya dalam rangkaian Pra Muktamar V.

Menurut Ustaz Zaitun, potensi dakwah di Indonesia sangat besar karena masyarakat memiliki keterbukaan terhadap ajakan kebaikan. Tantangan yang dihadapi, lanjutnya, adalah bagaimana menghadirkan konsep dakwah yang tepat dan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.

“Tidak sulit mengajak kebaikan kepada masyarakat Indonesia, tidak seperti masyarakat negara lain. Tapi yang menjadi kelemahan adalah bagaimana konsep dan pelaksanaannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar berbagai persoalan yang dihadapi bangsa tidak melahirkan sikap pesimis. Sebaliknya, seluruh elemen dakwah harus terus menghadirkan semangat bertahan, berjuang, dan melakukan perbaikan.

“Ketika kita mengatakan banyaknya masalah bangsa dan negara, bukan dalam rangka pesimis, karena kita lahir dan diberikan amanah untuk bertahan, berjuang, serta terus melakukan perbaikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zaitun kembali menegaskan semangat Salam Sehat Indonesia yang menjadi salah satu ikhtiar Wahdah Islamiyah dalam membangun masyarakat.

“Kita ingin meneruskan perjuangan untuk menyehatkan Indonesia dari sisi hati, jasmani, dan ekonomi,” ungkapnya.

Selain membahas penguatan dakwah nasional, Ustaz Zaitun juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza. Ia menyampaikan bahwa meskipun sempat terjadi gencatan senjata pada November 2025, serangan terhadap warga Gaza disebut masih terus berlangsung.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ustaz Zaitun juga menyebut adanya sebagian warga Palestina yang mendukung Zionis sehingga memperumit situasi di Gaza. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan komisi pada Pra Muktamar maupun Muktamar V.

“Kita berharap dengan adanya Pra Muktamar dan Muktamar Wahdah Islamiyah ada sesuatu yang penting dan signifikan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Ini duka kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap perjuangan bangsa Indonesia tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.

“Walaupun kita dalam muktamar ini menghadapi banyak persoalan yang harus kita bahas untuk negeri kita tercinta, namun kita tidak melupakan saudara-saudara kita di Gaza Palestina,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Panitia Muktamar V Wahdah Islamiyah, KH. Rahmat Abdurrahman, menjelaskan bahwa Pra Muktamar diselenggarakan untuk membahas dan merumuskan draft materi yang akan diputuskan dalam Muktamar V.

Menurutnya, forum tersebut mendiskusikan 13 materi utama serta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program kerja dan anggaran agar pelaksanaan muktamar berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan keputusan yang matang.

Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah mengusung tema “Memantapkan Konsolidasi dan Meningkatkan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah.” Melalui forum ini, Wahdah Islamiyah berharap dapat memperkuat persatuan, menyatukan visi perjuangan dakwah, serta melahirkan rekomendasi yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, termasuk dalam upaya memperkuat kepedulian terhadap Palestina.

Laporan: Humas Muktamar V WI

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

11 Bulan Pasca Gencatan Senjata: Ratusan Ribu Warga Gaza Terjebak di Antara Tenda Lapuk dan Reruntuhan

GAZA — Hampir setahun berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani dan pintu pembatas...

Serangan Penjajah Israel Meluas di Tepi Barat, Rusak Lahan Pertanian Warga

TEPI BARAT — Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki mengalami peningkatan serangan...

Gaza di Bawah Reruntuhan: Ketika Puing Jadi Makam Massal dan Bukti Kejahatan yang Coba Dilenyapkan Israel

Puing-puing bangunan yang membentang di seluruh penjuru Jalur Gaza kini tak lagi...

Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada Jumat menyatakan bahwa Israel...