Kamis , 13 Agustus 2026
BeritaNasional

Ustadz Fahmi Salim Harap Guru Wahdah Bangun Kesadaran Generasi dalam Membela Al-Aqsa

MAKASSAR – Semangat kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa dan Baitul Maqdis terus diperkuat melalui Seminar Baitul Maqdis bertajuk “Menyiapkan Generasi Pembebas Masjid Al-Aqsa dan Baitul Maqdis dari Rumah dan Sekolah” yang digelar di Pusat Dakwah Muslimah pada Sabtu, (11/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang mengupas persoalan Palestina dari berbagai perspektif, mulai dari pendidikan, sejarah, geopolitik, hingga peran umat Islam dalam menyiapkan generasi pembebas Al-Aqsa.

Direktur Utama Al-Fahmu Institute dan Baitul Maqdis Institute, Ustaz Dr. Fahmi Salim, Lc., M.A., dalam materinya yang berjudul “Awal dari Akhir: Anatomi Runtuhnya Era Keemasan Zionisme dan Inkisyaf Strategis Global”, menyampaikan bahwa agresi militer Israel ke berbagai front tidak selalu mencerminkan kekuatan.

“Serangan ke berbagai front justru dapat dibaca sebagai tanda kepanikan strategis akibat melemahnya fondasi pertahanan dan dukungan global yang selama ini menopang Zionisme,” ujar Ustaz Fahmi.

Mengacu pada analisis geopolitik Dr. Mohammed Al-Mukhtar Al-Shinqithi, ia menjelaskan adanya enam indikator utama yang menunjukkan melemahnya posisi strategis Zionisme.

“Ada enam fault lines of inkisyaf yang menunjukkan mulai runtuhnya fondasi kekuatan Zionisme, yaitu merosotnya modal moral internasional, melemahnya efek deterensi militer, retaknya dukungan politik Amerika Serikat, hilangnya monopoli media, gagalnya proyek normalisasi melalui narasi agama Ibrahimiyah, serta bergesernya pusat kekuatan dunia menuju tatanan multipolar,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan moral internasional terhadap narasi Holocaust kini tidak lagi sekuat beberapa dekade sebelumnya.

“Generasi muda di berbagai negara semakin kritis karena mereka menyaksikan langsung perkembangan konflik Palestina melalui media digital. Selain itu, teknologi militer yang semakin murah dan strategi peperangan asimetris turut mengurangi dominasi kekuatan militer konvensional,” katanya.

Ia juga menyoroti perubahan dinamika politik dan informasi di tingkat global.

“Di Amerika Serikat mulai muncul perbedaan pandangan terhadap dukungan tanpa syarat kepada Israel. Sementara itu, media digital dan citizen journalism telah mengikis dominasi narasi media arus utama sehingga masyarakat dunia dapat mengakses fakta-fakta di lapangan secara lebih luas,” ungkapnya.

Ustaz Fahmi mengingatkan umat Islam agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang dikaitkan dengan normalisasi hubungan dengan Israel.

“Upaya normalisasi melalui pendekatan agama tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik. Karena itu, umat Islam harus memperkuat akidah sekaligus meningkatkan literasi sejarah agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Menutup pemaparannya, ia menekankan bahwa perubahan besar dalam sejarah selalu diawali oleh melemahnya legitimasi moral dan politik suatu kekuatan.

“Peristiwa Thufanul Aqsha menjadi salah satu katalis yang memperlihatkan perubahan dinamika geopolitik sekaligus membuka kesadaran dunia terhadap persoalan Palestina,” pungkasnya.

Ustaz Fahmi juga berharap bahwa kegiatan ini menjadi bekal bagi para peserta, khususnya para pendidik, orang tua, mahasiswa, dan aktivis dakwah, untuk membangun kesadaran strategis tentang pentingnya menyiapkan generasi yang memahami sejarah, mencintai Al-Aqsa, serta mampu berkontribusi sesuai peran masing-masing dalam perjuangan umat.

Laporan: Media KITA Palestina

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

UNICEF: 300 Anak Syahid di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut

Sedikitnya 300 anak Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam kurun 300...

Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

GAZA — Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Sabtu, menyelesaikan operasi pencarian...

Ustadz Zaitun Rasmin: Muktamar V Wahdah Islamiyah Momentum Evaluasi, Konsolidasi dan Menguatkan Kepedulian untuk Gaza

MAKASSAR — Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum penting bagi jajaran...

Penjajah Israel Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara dan Penghancuran Rumah di Gaza Berlanjut

Pasukan pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata dan penghentian permusuhan di...