Rabu , 16 September 2026
BeritaInternasional

UNICEF: 300 Anak Syahid di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Penjajah Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut

Sedikitnya 300 anak Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam kurun 300 hari terakhir atau rata-rata satu anak meninggal setiap hari akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung. Data tersebut disampaikan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Kamis (6/8/2026) seperti dilansir Arab News.

UNICEF juga melaporkan ratusan anak lainnya mengalami luka-luka dalam periode yang sama akibat serangan artileri, tembakan, maupun serangan dari laut.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menyebut anak-anak di Gaza masih hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka menghadapi kepadatan di tempat-tempat pengungsian serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan layanan kesehatan.

Di Tepi Barat yang diduduki, OCHA mencatat serangan pemukim Israel dan operasi militer Israel terus berdampak pada kehidupan warga Palestina, termasuk merusak rumah serta sumber mata pencaharian mereka.

Pada Rabu malam, pemukim Israel dilaporkan membakar sejumlah rumah di komunitas Palestina Tuba, kawasan Masafer Yatta, Hebron. Serangan tersebut memaksa tiga keluarga yang terdiri atas 14 anak mengungsi dan berlindung di rumah kerabat maupun tetangga.

Selain itu, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk dua anak. OCHA juga menyebut sistem pembangkit listrik tenaga surya serta sekitar 10 ton pakan ternak hancur bersama berbagai aset milik warga lainnya.

Sejak awal Januari hingga akhir Juli 2026, OCHA mendokumentasikan lebih dari 1.380 insiden yang melibatkan pemukim Israel. Insiden-insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa, korban luka, kerusakan properti, atau kombinasi dari ketiganya. Jumlah itu setara dengan rata-rata enam hingga tujuh insiden setiap hari yang terjadi di sekitar 250 komunitas Palestina.

Dalam periode yang sama, lebih dari 2.300 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat serangan pemukim dan pembatasan akses yang menyertainya.

OCHA kembali menegaskan bahwa warga Palestina di wilayah pendudukan harus memperoleh perlindungan. Lembaga tersebut juga mendesak agar para pelaku kekerasan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di Kegubernuran Yerusalem, ribuan warga Palestina di Kamp Qalandia masih berada dalam kondisi terisolasi untuk hari kedua berturut-turut setelah pasukan Israel melancarkan operasi militer berskala besar di kawasan tersebut.

Menurut OCHA, para pekerja kemanusiaan hingga kini belum dapat mengakses kamp tersebut secara aman. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga serta kemampuan mereka memperoleh layanan darurat, mengakses pelayanan dasar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pergi ke tempat kerja.

Sumber: Arab News

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

11 Bulan Pasca Gencatan Senjata: Ratusan Ribu Warga Gaza Terjebak di Antara Tenda Lapuk dan Reruntuhan

GAZA — Hampir setahun berlalu sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani dan pintu pembatas...

Serangan Penjajah Israel Meluas di Tepi Barat, Rusak Lahan Pertanian Warga

TEPI BARAT — Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki mengalami peningkatan serangan...

Gaza di Bawah Reruntuhan: Ketika Puing Jadi Makam Massal dan Bukti Kejahatan yang Coba Dilenyapkan Israel

Puing-puing bangunan yang membentang di seluruh penjuru Jalur Gaza kini tak lagi...

Laporan PBB Soroti Kekhawatiran Pembersihan Etnis di Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterbitkan pada Jumat menyatakan bahwa Israel...