Minggu , 19 Juli 2026
BeritaInternasional

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Empat Warga Palestina, Termasuk Anak Perempuan 13 Tahun

DEIR AL-BALAH — Serangan udara dan tembakan artileri Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (28/6) menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, serta melukai sejumlah orang lainnya.

Serangan berlanjut di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, bersamaan dengan perluasan operasi Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Kantor berita Palestina WAFA melaporkan sebuah drone Israel menghantam kawasan al-Salatin, sebelah barat Beit Lahiya di Gaza utara, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu lainnya, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Di Gaza selatan, seorang pria tewas dalam serangan terpisah, menurut pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser.

Anak perempuan berusia 13 tahun, yang diidentifikasi sebagai Eileen al-Farra, tewas akibat pecahan peluru dari tembakan tank Israel di Gaza selatan, menurut keterangan Rumah Sakit Nasser. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar atas rangkaian serangan tersebut, tetapi menyatakan salah satu serangannya menargetkan seorang “teroris Hamas” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Selain korban tewas, serangan Israel juga menghantam tenda-tenda yang menampung warga terlantar. Di Khan Younis, Gaza selatan, pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke sebuah tenda di kamp pengungsian al-Mawasi, melukai beberapa orang yang kemudian dibawa ke rumah sakit. Staf medis di Kompleks Medis Nasser menyatakan menerima jenazah seorang pria yang belum teridentifikasi setelah serangan itu.

Koresponden Al Jazeera Tareq Abu Azzoum, yang melaporkan dari Kota Gaza, menyatakan Israel mengintensifkan serangan udara dengan sasaran utama tenda-tenda darurat, khususnya di Kota Gaza dan kawasan al-Mawasi. Padahal, al-Mawasi telah ditetapkan sebagai zona aman dalam peta kesepakatan gencatan senjata yang dicapai tahun lalu.

Menurut Abu Azzoum, serangan-serangan itu disertai perluasan aktivitas darat Israel di bagian timur Kota Gaza, dengan pasukan Israel memperlebar Garis Kuning (Yellow Line) — garis demarkasi militer di dalam Gaza. Perluasan ini menambah tekanan terhadap warga sipil yang terkurung di wilayah yang kian menyempit.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan jumlah total korban tewas sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai sedikitnya 73.054 jiwa, dengan 173.480 orang terluka. Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima tiga jenazah dan merawat 43 orang terluka.

Adapun sejak gencatan senjata mulai berlaku, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.040 warga Palestina, menurut data kementerian yang dinilai kredibel oleh badan-badan PBB dan pakar independen. Kementerian tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, tetapi menyatakan perempuan dan anak-anak mencakup sekitar separuh dari seluruh korban tewas.

Pada hari yang sama, ketegangan juga meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki. Menurut Departemen Wakaf Islam, sebanyak 110 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah pengawalan ketat polisi Israel.

Sumber: WAFA

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Palestina

ArtikelKolom

Genosida Gaza: Antara Debu, Darah dan Doa

Di banyak tempat di dunia, air adalah simbol kehidupan. Namun di Gaza hari ini, mencari air justru bisa berarti mempertaruhkan nyawa. Pada 17...

Kolom

Taufan Al-Aqsa: Titik Balik Global dan Peluang Pembebasan Palestina

Ma’moun Fandy, professor ilmu politik di Georgetown University dan direktur London Global Strategy Institute, menulis di X pada 2/10/2025, “Gaza memang belum membebaskan Palestina dari...

Kolom

Dunia Gagal dalam Ujian Kelaparan di Gaza

Di Turki, ada ungkapan lama yang berbunyi: “Semoga Tuhan tidak menguji siapa pun dengan kelaparan.” Ungkapan ini lahir dari kesadaran akan betapa kejamnya...

ArtikelKolom

Muhammad al-Daif (Bag 1): Simbol Perlawanan Palestina yang Tak Tergoyahkan

Muhammad al-Daif adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perlawanan Palestina. Namanya bukan hanya dikenal di Gaza, tetapi juga di seluruh dunia...

ArtikelKolom

Narasi Kegagalan yang Diakui Sendiri oleh Elit Penjajah Israel

Dalam sejarah panjang konflik Palestina-Israel, pertempuran di Gaza selalu menjadi salah satu ujian terberat bagi Israel. Gaza, dengan segala keterbatasannya akibat blokade dan...

Related Articles

Salam Sehat Indonesia di Makassar Besok, Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis! Yuk Ramaikan

MAKASSAR — Wahdah Islamiyah akan menghadirkan berbagai program edukasi, layanan kesehatan, dan...

Jelang Muktamar V Wahdah Islamiyah: Ustadz Zaitun Rasmin Silaturahmi ke Pimpinan DPD RI, Bahas Kolaborasi Keumatan dan Kebangsaan

JAKARTA – Pimpinan Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) melakukan kunjungan...

Keynote Speaker di Seminar Baitul Maqdis, Ustadz Syaibani Mujiono: Guru sebagai Jantung Pergerakan Baitul Maqdis

MAKASSAR – Guru memiliki peran sentral dalam membangun generasi yang mencintai Masjid...

Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

MESIR – Konflik berkepanjangan yang melanda Sudan telah memaksa ribuan warganya mencari...